Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

Konser Tulus 2014

Jumat, 26 Desember kemarin gue dapat kesempatan untuk menyaksikan konser Tulus di Gor Sritex Arena Solo. Walaupun cum,a nonton di kelas festival saja tapi rasanya sudah senang karena tiket yang gue dapetin juga berasal dari hadiah kuis di instagramnya Suchmicorp yang merupakan event organizer dari konser ini.

Isi gor tidak terisi penuh oleh penonton, mungkin gara-gara harga tiket yang terlalu mahal menurut gue. Selain itu suara sound juga ngga begitu jelas kalau dari tribun festival. Apalagi screen dari proyektor juga mgga begitu jelas. Jadi kesimpulannya bahwa konser ini tidak setara dengan uang yang kita keluarkan untuk menontonnya.

Kalau ada kekurangan pasti ada kelebihannya juga. Kelebihannya ya dari penyanyi itu sendiri yang bisa membuat para penonton senang. Membuat mereka lupa kalau konser ini tidak seharusnya mahal, secara Tulus termasuk baru dalam dunia musik Indonesia.
Tapi berhubung gue suka sama lagu-lagunya, gue pun menikmati konser ini, menyanyi bersama sepanjang lagu didendangkan oleh sang penyanyi.

Satu jam menonton rasanya masih kurang lama, lebih cocok kalau semua lagu yang Tulus punya di album dinyanyikan semua, hehehe.. maunya sih gitu.
Terus berkarya Tulus, karena menurut gue lirik-lirik yang lo ciptain itu 'beda'.
Saran lagi kalau menonton, ngga usah malu kalau nonton konser sendirian. Karena gue telah ngalamin sendiri. 
Enjoy your life guys!

Kamis, 28 Agustus 2014

Agustus


Serbgai anak masa kekinian pada bulan Agustus ini gue ngelakuin hal yang beda dari tahun-tahun sebelumnya. Sudah lama banget gue ngga ngelakuin upacara bendera. Tahu kan kalo Agustus ini negara kita ini ulang tahun yang ke-69. Setelah terakhir kalinya gue upacara 7 tahun yang lalu saat penerimaan siswa baru di kampus tercinta, sekarang gue bakal ngelakuinnya di ketinggian yang berbeda. Yak kali ini gue bareng temen-temen gue bakal ikut upacara 17 Agustus di gunung Merbabu.

Berangkat dari Solo dan Magelang, kita berempat ketemu di basecamp Merbabu via Selo. Siapa kita? Cek foto di bawah ini men.

Kita bertiga mempunyai kesamaan, mempunyai darah Magelang dan fans United bukan abal-abal.

 Ketambahan satu orang lagi yang sepertinya ngga ada kesamaannya. Hehehe



Gue ngga banyak cerita di sini, karena biarlah memori di otak ini yang akan menyimpan banyak kejadian waktu itu. Kalian bakal merasakannya kalo sudah nyoba sendiri. Lakukan hal yang berbeda yang belum pernah kalian lakukan, maka kalian bakal mengingatnya.

Dirgahayu Republik Indonesia!

Senin, 17 Februari 2014

Konser Gamelan Akbar 2014

Pada tanggal 15 Februari ada acara gratisan dari Pemerintah Kota Solo yaitu Konser Gamelan Akbar 2014 di halaman parkir Benteng Vastenberg. Acara ini menampilkan banyak artis terkenal di bidang seni seperti , Sahita, Blacius Subono & Dedek Wahyudi. 




Panggung yang besar dengan penataan lampu yang bagus dan suara yang enak didengar, acara sungguh menyenangkan. Dari awal sampai akhir tidak ada yang membosankan.
Karena ini acara gamelan pertama kalinya maka masih ada kekurangan dan perlu diperbaiki untuk ke depannya.

Sebenarnya gue kurang tahu kapan acara ini ada, cuma sebelumnya pernah baca tapi tidak ingat tanggalnya. Waktu itu, sore hari gue dapat ajakan buat nonton ini. Jadi ini acara malam minggu pertama gue di tahun ini. Karena sebelumya gue jarang malam mingguan dan lupa apa itu malam minggu. 

Setelah acara selesai gue sempetin buat foto di gerbang masuk acara ini. Foto orangnya sih biasa aja kok cuma cakep aja. Hehehe



Ngga mungkin kan gue foto selfie seperti itu, pasti ada yang motoin. Mau tahu siapa? Nih gue kasih tahu.

Siapakah dia? Dia adalah fans yg tak berpaling ke lain hati, mahasiswi Magister Pendidikan Bahasa Inggris. Sedangkan gue adalah mahasisa :|
Bagaimana ceritanya gue bisa kenal sama dia? Nanti deh kapan-kapan ada kok ceritanya.
Sebagai makhluk hawa yang tercipta di bumi ini, dia pasti seperti cewek sebagaimana umumnya. Foto! Foto! dan dia pengen foto dengan latar belakang tulisan Solo peduli bencana Gunung Kelud. Seperti ini...

Ada kejadian konyol pada acara ini. Saat acara amal dan kotak amal diputar ke penonton, gue pun ikut donasi. Gue ambil aja semua uang yang ada di saku belakang celana tanpa melihat itu nominalnya berapa.
Tak disangka ternyata karcis parkir motor gue ikut gue masukin ke kotak amalnya x_x. Untung ini bukan di mall, jadi waktu kelua pulang tak perli mengganti karcis yang hilang bila tidak dapat menunjukkan karcis parkirnya. Lain kali ga bakal gue ulangin deh..

Sudah gitu aja, nanti kalau ada acara lagi di Solo pasti gue posting. Acara sih pasti ada cuma guenya itu yang berangkat datang atau ngga. Emm, tergantung sih ada yang ngajak ngga. Hehehe

Act and Pray For Sinabung

Pada tanggal 16 September 2013 Gunung Sinabung meletus. Lebih dari 17.000 penduduk mengungsi di 20 posko bencana.
18 November 2013 Gunung Sinabung kembali erupsi. Saat ini sudah lebih dari 29.000 jiwa tinggal di 43 posko pengungsian. Kondisi para pengungsi dan desa mereka seperti pada video ini.

Setelah melihat link video tersebut, hati gue tergugah buat nyari donasi dengan menjual stok dagangan kaos SHS seperti di bawah ini.


 Semoga usaha gue lancar. Aamiin..

Kamis, 02 Januari 2014

Sedekah Harian

Baru sehari di awal tahun 2014 sudah aja masalah dan langsung booming di dunia twitter. Maklum gue setiap harinya selalu mantengin lini masa twitter. Padahal ada kerjaan yang lebih penting tapi tetep aja mata gue tertuju di sana.

Titip doa berbayar, itulah yang lagi booming seharian ini. Jadi Ahmad Gozali sebagai pemilik akun twitter @ahmadgozali ini mengajak para followersnya untuk mentransfer uang sebesar seratus ribu rupiah dan mengirimkan doa apa yang akan dimintakan nanti saat Pak Ahmad ini saat berdoa di Mekah sana. 
Dalam kasus ini sebagai orang awam yang tidak tahu siapa itu Pak Ahmad pasti langsung berpikiran masak buat nitip doa kudu bayar segitu. Apalagi kalau sudah direplay sama akun-akun seleb twit sejagad Indonesia, bakalan deh itu follower yang kurang pintar langsung berpikiran negatif.
Gue sebagai pengguna twitter yang pintar langsung mengecek siapa itu Pak Ahmad dan siapa saja yang dekat dengan dia. Cek aja sendiri, gunakan pikiran positif anda :)

Ini poster ajakan sedekahnya

Kalau sudah masuk dunia twitter Indonesia maka kelanjutanya bakal ada joke semacam ini:
Entah itu transfer asli atau bukan

Dalam hal ini Pak Ahmad kurang beruntung karena sewaktu dia sudah di Jeddah dan ngetwit kalau sudah sampai, dia lupa belum menyalakan fitur lokasi di smartphonenya. Alhasil jadinya seperti ini jika kita lihat dari twitter kita:

Gue sih percaya sama dia karena sudah gue kepoin seluk beluk sebagian besarnya. Jadi bagi yang masih belum percaya sebaiknya kalian cek klarifikasinya di akun @sedekahharian tentang program titip doa

Sebelum kita menilai orang ataupun kelakuan orang, lebih baik kita mengetahui siapakah sebenarnya orang tersebut. Sekarang ini orang yang bener-bener berniat baik malah jadi kelihatan sebaliknya di mata banyak orang. Seharusnya didukung bukan malah dipojokkan. Bagaimana negara ini akan maju kalau sikap kita masih seperti ini.
Jadi buka mata anda lebar-lebar, gunakan pikiran positif anda maka anda akan tahu apa yang anda lihat sebenarnya.


Sabtu, 07 Desember 2013

Dimana Gue Harus Mencari Kemana

Enam tahun di Solo gue baru tahu kalo Nusukan itu luas. Gue kira kecil seluas beberapa lapangan bola dijadiin satu. Ternyata... pffft

Jadi gini ceritanya, Jumat 6 Desember, gue main ke kosan teman gue yang ada di UNSRI. Gue baru tahu kalo letak kosan ini di daerah Nusukan. Denger kata Nusukan gue jadi inget kalo gadis idaman gue tinggal di Nusukan rumah embahnya.
Terus gue coba whatsapp (WA) dia deh, nanya Nusukannya sebelah mana. Iseng aja alasan mau pinjem buku, toh kemarin-kemarin mau pinjem belum jadi. Seperti biasa karena mungkin lagi sibuk dia jawabnya lumayan lama. Orang WA yang sebelumnya aja ngga dibales jg -_-.
Tapi entah ada angin apa dia jawab gini, "palang joglo ke barat. Masuk gang yang ada warung sotonya". 

Sebagai mahasiswa tingkat akhir seakhirnya, gue nekat aja nyari dengan klu seperti di atas.

Pukul 5 sore gue cabut dari kosan teman, buat pergi ke arah barat meminjam kitab suci alias buku. Halangan rintangan membentang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran. Demi mendapat buku, alasan sih, demi ketemu orangnyalah.




Dari google map di atas, posisi gue pertama dari sekitaran Jl. Kolonel Sanders, eh salah, Kolonel Sugiyono. Karena jarang lewat jalan sini, jadi setahu gue arah palang joglo ke barat tu cuma ada satu jalan, yaitu Jl. Ki Mangun Sarkoro. Nekat aja gue lurus terus ke arah sumber dan nyari mana itu warung soto. Padahal sebelumnya sudah dikasih tahu kalo bukan yang arah sumber melainkan jalan yang sebelahnya.


Sesampai di seberang jalan SPBU, ada warung soto dan pas di situ ada gang jalan masuk juga. Gue pikir ini jalannya, terus gue tanya lagi buat mastiin. 
Sabar nunggu balesan WA, karena dia kan lagi garap mungkin sibuk. Tapi kalo tetep nunggu gini keburu sore, mana di pinggir jalan banyak kendaraan berat, bau asap knalpot juga. Pfft..
Coba dah gue telpon, dan diangkat.
     "bla.. bla.. bla.."
*percakapan disamarkan :))
Artinya... Kalo gue kesasar. Hahaha sial..

Jadi dia bilang kalo di sebelah barat palang tu ada balihonya kan, ambil yang sebelahnya. Mungkin karena gue mulai lapar, di otak gue tahunya ada banyak baliho di persimpangan itu. 
Oke deh, gue langsung masuk gang seberang SPBU tadi. Kalo di peta mungkin itu gang yang jalan Tendean. Jalan ini tembus di jalan raya Jl. Kapten Tendean. Nah di situ ada warung Soto mbok Giyem di seberangnya lagi ada gang Bonorejo. Di sini gue nungguin balesan ancer-ancer arah rumahnya.

Dari baliho, masuk jalan sebelahnya dan lurus terus sampai ketemu pohon beringin. Karena gue masih salah arah dan tetep ngga tahu jalan, dan masih ngira kalo balihonya itu yang ada di sebelah selatan palang joglo, maka gue cari itu pohon beringin di kiri jalan. Sepanjang jalan Kapten Tendean ngga ada yang namanya pohon beringin. Sampai habis ini jalan, lhoh kok sudah mau sampai ke terminal aja ini. Waaaaa gue salah jalan brati. :'(

Balik kanan deh, gue balik lagi menuju palang joglo, dan nyari mana itu baliho yang paling geeeede. Eh ternyata ada, dan gue terlanjur ambil jalan sebelah kanan jadi muterin sekali lagi deh itu palang rel kereta api. 
Jadi sebenernya pas pertama gue ke arah sumber tuh, itu gang yang ada warung sotonya ngga kelihatan gara-gara ketutupan sama kendaraan berat seperti bus dan truk, maklum di situ kan padat agak macet gitu.

Pas masuk gang sebelah baliho itu rasanya hati gembira gagap gempita sambil muntah pelangi. Sekarang saatnya gue nyari mana itu pohon beringin lambang partai Golkar.
Yap ketemu, itu pohon di pojokan kiri jalan, kasihan ngga ada temannya mana daunnya sudah kering, yang punya pasti jarang nyiramin pohonnya. Puk puk pohon beringin.. 

Setelah itu, belok kanan ikuti jalan, terus ketemu perempatan belok kiri, dan lurus terus seperti doaku tiap hari tunjukkanlah jalan yang lurus ya Allah~
Sampai ketemu masjid Al Uswah. Maju dikit rumah keempat warna kuning. 
Tadaaaa.. Akhirnya ketemu juga, seperti menemukan harta karun.
Tapi jam yang ada di tangan gue bilang kalo ini sudah sore, sebentar lagi mau Magrib juga. Lagian pas gue nglewatin rumahnya, sepertinya lagi ada tamu soalnya ada dua orang berambut panjang, kalo ga salah lihat sih. Toh gue juga belum ngerti pintu rumah utamanya yang sebelah mana, maklum depan rumahnya aja udah lebar gitu. 

Dengan hati kecil yang sedikit kecewa, kecewa gara-gara kesorean sih, hehehe, tapi dalam hati gue dah seneng banget sudah tau dimana kediamannya di Solo Hadiningrat. Ntar kan kalo dah tau, mau nglamar gitu ngga salah alamat :p
Aamiin.

Jadi, kalo mau cari rumah orang itu jangan asal nekat tanpa info yang lengkap. Pastiin dulu kejelasannya dan pastikan kita juga tahu dan usaha buat nyari tahu.
Untung aja bukan alamat palsunya Ayu Ting Ting. Gimana ya kabar Ayu Ting Ting sekarang?
*efek tv dijual ngga pernah nonton tv~

Kamis, 21 November 2013

THE TREE

Ada berita duka dan dishare di grup FB. Sedih rasanya telat baca karena baru sempet buka notif grup. Gimana lagi, soalnya ngga setiap hari updet atau ngecek FB.
Emang sih sudah berlalu, tapi rasa sedihnya makin tambah ketika tahu kalo kita telat mengetahuinya.

Oke, sebelum telat lagi suatu kabar apalagi kabar gembira, gue mau bilang kalau tanggal 21 November ini merupakan hari pohon.

Hari Pohon diperingati untuk menyadarkan kembali perlunya menanam dan melestarikan pepohonan. Banyaknya pohon akan mampu mengurangi dampak polusi dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Ngomong-omong soal pohon nih, jadi inget game dota. Hero pohon aka Treant Protector yang punya armor gede jadi kuat dan keras men. Selain itu, kemarin gue nonton film Percy Jackson: Sea of Monster, di film itu ternyata Thalia anaknya Zeus yang mati terus berubah menjadi pohon dan di akhir cerita dihidupkan kembali dengan kain wol ajaib. Gitu deh. Ngga nyambung kan? :p 

Mari saatnya kita menanam pohon biar bertambah. Soalnya pohon di Indonesia ini makin lama makin sedikit. Kasihan anak cucu kita nanti. Kalo pohon di Indonesia ini habis, maka kiamatlah dunia. Karena di bumi ini sebagian besar tanaman pohon (hutan) ada di Brazil dan Indonesia. Banyangin aja kalo pohon-pohon itu sudah ngga ada, polusi di dunia bakal meningkat, oksigen menipis dan matilah makhluk hidup. 

Semua itu tergantung kesadaran masing-masing. Ingin hidup yang lebih baik? Mulailah dari yang kecil-kecil karena semua yang besar itu pasti berawal dari yang kecil.

"a small things for a better future"

Rabu, 02 Oktober 2013

Rencana Pertama Bulan Ini

Oktober. Apa yang bakal lo lakuin di bulan Oktober ini?

Selama ini gue ngga pernah punya planning disetiap awal bulannya. Oktober adalah bulan haji, dimana ada Hari Raya Idul Adha. Kalau ada rezeki rencananya gue pengen ikut qurban kambing atau sapi. Walaupun gue belum kerja, belum bisa menghasilkan uang sendiri, tapi gue selalu nyisain uang saku yang dikasih orang tua.

Gue punya tv led yang selama hampir setahun ini nemenin gue di kostan. Bahkan sewaktu gue tidur, dia juga yang jagain gue sampai gue bangun dipagi atau siang harinya. Agak berat sih mau ngelepas dia keorang lain, tapi seandainya bener jadi gue lepas maka gue akan tuker dia dengan hewan qurban.
Semoga apa yang gue lakuin ini tepat dan selalu dijalanNya. Aamiin.


Jumat, 31 Mei 2013

Dorong Motornya Bang

Kamis, 30 Mei dini hari ketiga kalinya gue begadang tidur pagi hari. Seperti biasa gue sahur kalo masih melek seperti itu. Sebelumnya sih ada pertandingan bola antara Ekuador vs Jerman yang selanjutnya disusul Inggris vs Irlandia. Geregetan gue tiap liat Ekuador dan bola dibawa oleh si Valencia, dunia serasa berhenti tiap bola di kaki dia. Gimana ngga geregetan, lha tiap bola kena dia pasti momentumnya jadi kacau kalo dilihat. Hapal banget kan gue, ya iyalah dia kan pemain United. Akhirnya sih Ekuador kalah 4-2. Sedangkan Inggris berbagi angka 1-1.

Di sela-sela babak pertama antara Inggris vs Irlandia gue nyempetin keluar untuk nyari makan sahur bareng temen kosan gue, si Wedha. Dia sih pengennya diet tapi gara-gara lapar akhirnya mau juga gue ajakin makan, hehehe, padahal sebelum gue ajak dia sudah banyakin minum air putih buat bohongin perutnya biar berisi, hihihi. Akhirnya kita cabut dah pake motor gue buat ke burjo depan kampus.

Motor gue ini seharusnya sudah waktunya servis sama ganti streng belt, itu lho rantainya buat motor matic. Naik tanjakan aja ga kuat, kasian deh motornya. Apa boleh buat, besok deh gue servisin motor. Dengan susah payah akhirnya kita selamat sampai warung dan berakhir dengan keyang perut kita. Tapi... Perjalan pulang sekitar 200an meter sebelum sampai kosan malah ban motor belakang gue langsng kempes, habis langsung itu angin. Wah ini pasti gara-gara dua makhluk gendut yang naikin motornya nih. Terpaksa deh subuh-subuh kita dorong motor. Olah raga pagi, cukup berkeringat.

Keesokan harinya gue pun sms tambal ban panggilan yang ada di kontak nomor hape gue, tapi ternyata malah ngga ada respon. Jadi perlu ngehubungin nomor tambal ban panggilan yang lain deh.
Di depan kosan ternyata masih tertempel iklan tambal ban panggilan. Gue sms deh itu nomor, tak lama kemudian ada balasan. Deal dah buat nambalin ke kosan. Setelah sms-an layaknya baru kenalan gitu, tana alamat kos, akhirnya sampai juga itu tukang tambal ban di depan kosan.

Cukup lama 1,5 jam untuk menambal karena ternyata ban itu dop nya lepas. Pantesan semalam langsung habis anginnya. Ganti dop deh, dan kudu ditambal ternyata karena masih bocor pas diganti dop nya. Setelah dicek lagi, ada bocor halus satu, nambal lagi dah. Jadi 2 kali nambal plus ganti dop, Rp 13000. Semalem sih pas nyampe kosan habis dorong motor gue sempet ngetwit kalo kejadian ini bakal ada hikmahnya. Padahal dalam hati gue, ya hikmahmnya itu nambalin ban, bayar ke tukang tambal ban. Tapi ternyata ngga cuma itu, 1,5 jam bersama si tukang tambal ban itu gak sia-sia. Kita ngobrol sana sani dan banyak yang gue dapet dari obrolan dia. Dari tentang kehidupan dan trik-trik tentang motor atau perbengkelan. 

Jadi setiap kejadian ternyata ada hikmahnya, dan itu terkadang di luar pikiran kita :)

Minggu, 26 Mei 2013

Mei

Mei itu ...

Masih sama seperti bulan biasanya, gue kurang produktif,

12, Manchester United angkat trofi ke-20

lupa tanggal, beli buku kitab anti bangkrutnya mas Jaya, wisata kuliner mie ayam KUA Solo

18-19, pendakian gunung merapi

21, beli buku the power of kepepet & my stupid boss

24, wisata kuliner kupat tahu pak gombloh Solo, beli oleh-oleh abon mesran, kalimilk tkp 2 Jogja

26, final liga champions antara Bayern Munich vs Borussia Dortmund, ultah mantan pacar ketiga #gapenting

Selasa, 30 April 2013

Catatan Perjalanan: Gunung Merbabu 6-7 April 2013

under construction...

Kematian

Tidak ada yang tahu kapan kita dijemput oleh kematian. Kematian itu seperti suatu kegalauan yang alay, bagaimana tidak? Dia akan menjemput orang-orang yang sebelumnya seperti memberikan pertanda. Jadi ketika itu sudah merupakan firasat, maka dia akan menjemputnya. Kasian bukan? Di saat galau, dan ngga sengaja menjadi alay karena kegalauannya malah dijemput kematian.

Hehehe, jangan diseriusin deh intro di atas, karena sesungguhnya kematian itu adalah kehendak Dia yang menciptakan kita. Kita siap hidup brati kita siap juga untuk mati. 

Nah, sebisa mungkin sebelum dijemput kita kudu ninggalain yang baik-baik di dunia ini, banyak-banyak beramal baik, pokokknya yang baik deh. Tapi namanya juga manusia pasti ada luputnya juga, ga mungkin kita 100% pure baik. Minta maaflah, Tuhan saja maha pengampun kok :')

Belakangan ini memang banyak kejadian yang tak terduga tentang kematian di sekitar gue. Minggu kemarin di saat gue ngomongin kecelakaan via sms dengan si Putri, eh Jumat dini hari Ust Uje meninggal gara-gara kecelakaan motor.
Selain itu temennya temen gue, temen gue juga sih tapi ngga gitu deket juga meninggal karena penyakit asmanya. Dua kejadian itu mungkin bisa lebih mendekatkan diri gue pada yang kuasa.

Marilah kita menjemput rizki di dunia ini sebelum kita dijemput olehNya :')

Jebakan MLM

Bip bip bip hapeku berbunyi, bip bip bukan begitu bunyinya. Bunyi ringtone sms itu sungguh jarang sekali terdengar dari hape gue. SUngguh terlalu..

Jadi waktu itu temen SMA tiba-tiba sms, gue kira ada kabar apa kok tumben-tumbenan sms gue. Gue sih prasangka baik, pasti temen lama ini mau ngabarin kalo mau nikahan :D

Tapi ternyata tidak, dia cuma nanyain kabar aja gimana, dan naya gue udah lulus belum?? Mungkin kata lulus harusnya gue sensor di sini. Ah sudah lupakanlah. Jadi setelah gue bales kalo belum lulus dia ngga jadi nglanjutin inti masalah dari dia sms duluan, tapi setelah gue tanya balik dia pun jawab buat nawarin bisnis. 

Yak bisnis, tau aja dia kalo gue emang doyan bisnis dari sejak SMA. Gue pun bales sms nya buat terangin aja semuanya di sms, dan waktu itu gue lagi renang di Karanganyar, jauh dari kosan, nyari yang murahan dikit sih, hehehe. 

Setelah lama berenang, gue cek dah inbox sms. Ternyata dah ada balasan dan isinya tentang... bla bla bla... intinya bisnis yang ditawarin itu tentang Oriflame yang ujung-ujungnya tentang MLM (multi level marketing). Oke dah, gue langsung jawab kalo bisnisnya tentang mlm gue mending ga ikutan walaupun menurut dia bisnis ini bisa dilakukan oleh siapa aja mwskipun masih menjadi mahasiswa. Tapi beribu maaf teman, gue sudah pernah terjebak dalam jebakan MLM jadi tidak akan kedua kalinya gue mainan kayak gini.

Ga ada salahnya juga sih kita mau bisnis apa, mlm kek, atau apalah itu yang penting kita harus menekuninya. Tapi gue tetep kekeuh buat ngga maianan mlm, kenapa? Karena dulu waktu SMA gue pernah ikutan mlm Voucherkey. Zaman dulu perlu 100ribu rupiah syarat buat jadi member, dan gue pun terjebak oleh ajakan temen. Gue pikir sih gapapa ikutan soalnya nanti uangnya bisa direfund berupa pulsa, tapi?? Ternyata itu palsu, fake! Suatu saat gue mencoba buat merefund nya tapi tetep aja gagal, dan 100ribu pun melayang dalam jebakan mlm. Mana sekarang website si Voucherkey itu juga sudah ga ada. Itu salah satu contoh jebakan mlm yang pernah gue alamin.

Bukan berarti oriflame atau sebagainya yang menawarkan produk itu menrupakan jebakan mlm lho, tapi mungkin niat dan kerja keras anda yang akan menjadi jebakan pada diri sendiri. Seandainya anda cuma sekedar ikutan berarti anda sudah terjebak, karena menurut gue mlm itu seperti untuk pekerja keras yang bermental baja, bermuka tembok, berhati beton, dan bukan hanya di awal-awal saja semangatnya, karena kalo tidak bakal masuk ke jebakan mlm juga. Mending gue kejebak di hati cewek idaman gue aja daripada kejebak mlm, hehehe.

Jadi bila anda tidak mau terjebak oleh keadaan apapun yang merugikan, maka mantapkanlah diri anda sebelum mengambil keputusan :')

Rabu, 13 Maret 2013

Bukan Anak Basket


Ini pertama kalinya gue nonton NBL di Sritex Arena Solo. Harga tiket masuk reguler Rp 25000 dan VIP 75000. Untuk pelajar dengan menunjukan kartu pelajarnya maka akan mendapat diskon 40%. Nah pada hari Senin kemarin ada spesial promo free untuk ladies, sedangkan hari Selasa free tiket masuk untuk pembelian merchandise apa saja di NBL store. Kali ini gue beli wristband NBL dengan harga Rp 22000 dan dapat bonus tiket masuk.
Wristband NBL

Terakhir gue nonton basket itu di gor UNS kampus, tapi hal yang paling berkesan tetap waktu nonton basket zaman SMA karena sekolah gue termasuk yang terbaik dalam segala bidang di Kota Magelang.
Kembali lagi ke NBL seri IV Solo. Gue nonton pertandingan anatara Garuda melawan Satya Wacana dengan hasil akhir 83-48, dan Hangtuah melawan CLS dengan hasil akhir 56-69. Ternyata pemain CLS tu banyak yang ngefans dari abg kimcil ababil, berbagai macam cewek entah itu oriental atau jawa, kurus atau gendut, mereka mengidolakannya. Buktinya para abg itu memakai kaos ungu apparel yang dibeli di NBL store, dan banyak yang minta foto setelah pertandingan usai.

Dari kejadian di atas emang ngga bisa dipungkiri lagi kalau anak basket emang lebih banyak diidolakan banyak orang. Jadi ciri-ciri anak basket yang diidolain itu seperti berikut:

1. Ganteng.
Kalau ngga ganteng mana mungkin pada suka ngajakin foto? Ya ngga.. Gue juga ganteng kok, cuma...

2. TINGGI.
Ini dia selain ganteng juga sebagian besar postur tubuh mereka berlebihan bagi orang Indonesia :p (bagi gue sih sebenernya, hahaha).
bukti nih screen shootnya
3. Udah intinya itu aja
Tapi kadang yang putih dan berotot akan lebih membuat fans tambah suka. Bisa dikata bonus sih.

Jadi kesimpulan gue itu bukan anak basket, tapi tenang saja musim bola depan gue buka lowongan kok bagi yang mau pacaran sama gue, hehehe.

Selasa, 12 Maret 2013

#DiesNatalis37UNS

Dirgahayu Universitas Sebelas Maret yang ke-37. Tepatnya di hari Senin tanggal sebelas Maret ini kampus gue tercinta telah aktif dalam dunia pendidikan di Indonesia ini selama 37 tahun.

37 tahun bukanlah waktu yang singkat, gue termasuk orang yang menghabiskan waktu yang lama dengan kampus ini. Mungkin 6x dies natalis gue ngalamin bersama dengan kampus ini. Secara gue angkatan 2007, hampir 6 tahun gue kuliah tapi yang gue rasain dies natalis paling mengenang di hati yaitu yang ke-36. 
Kenapa? Karena gue ngikutin dari hari pertama sampai ketiga acara dies natalis tersebut. Sedangkan yang sekarang ini gue absen, soalnya gue lagi mudik. Kalau kata yang ngurus tahun kemarin sih bedanya sekarang ngga ada kembang apinya, dan kalau gue baca berita-beritanya sih emang lebih menarik tahun kemarin. Tapi yang gue pengen lihat dan itupun ga bisa karena telah lewat yaitu pasar kaget yang biasanya cuma sebatas di depan buolevard UNS, kemarin katanya digelar sepanjang trotoar jalam masuk UNS, jadi seperti 'Sunmor'nya UGM. Semoga aja tiap hari Minggu sistemnya tetep masih kayak gitu. I hope.

Di umur yang ke-37 ini banyak mahasiswa UNS berharap macam-macam sesuai keinginan mereka, cek aja di jejaring sosial twitter dengan mencari dengan kata kunci seperti judul tulisan ini, yak #DiesNatalis37UNS

Gue juga berdoa sama seperti kata admin mahasiswaUNS




Selain itu gue juga berharap tahun ini gue dapat jadi alumnimu wahai UNS. Membawa nama baik almamater biru muda telor asin ini mendunia.
Aamiin..

Kamis, 28 Februari 2013

Akhir Februari

Haloh pembacah? Gimanah bulan Februarih andah? 
     Hah :))
 
Tahun 2013 ini Februari cuma sampai tanggal 28 jadi ini hari terakhir. Coba kita flash back sebulan ini apa aja yang telah kita lakuin. Kalo gue sih sama seperti 6 bulan kemarin kegiatannya, tidur, makan, tidur, dan seterusnyah. Hah.
Ngga ada kemajuan kan? Iya gue juga sadar kok. Cita-cita gue masih terhenti di bulan ini. Berharap sih bulan depan bisa lebih dari ini. Hehehe, semoga tidak kena haparapan palsu diri sendiri.

Di bulan ini ada yang ngga bisa gue lupain, yang akhir-akhir ini aja yang masih inget yaitu kejadian tadi siang. Lama ngga ketemu sama si Putri, terakhir kali ketemu ngobrol tuh tahun kemarin lama banget. Walaupun agak grogi sih tadi, jadi ketemu bentar aja soalnya cuma mau ambil titipan. Pas dah ngga ketemu gini malah banyak yang mau ditanyain. Tapi ada sedikit kata-kata dia yang ngga bakal gue lupain, "gimana TA-nya?"
Gue jawab, "bingung..." 
Terus gue salah tingkah, 15 detik ngedance ga jelas dan selanjutnya gue harlem shake pakai helm.
Sekian tentang dia.

28 Februari itu hari Kamis bray, gue puasa, dan tadi gue diajakin karaokean sama anak-anak kosan. Yang pasti suara gue menggelegar bercampur dengan bau mulut orang puasa. Hahaha.
Yang lain sih pada bisa minum, gue tahan bray, nahan haus, nahan nafsu, dan nahan bau rokok.
Santai saja gue sekarang dan tahan cobaan, sms dan ajakan dari mantan dah gue tolak, hehehe. Kan ga boleh pacaran, mau gue langsung nikah :p

 

Rabu, 16 Januari 2013

Sekaten 2013

Kali ini gue mau nyritain Sekaten Solo 2013 yang barusan gue sama teman-teman kosan sambangi. Sebelumnya gue bakal ngasi tahu apa itu Sekaten, menurut sumber yang gue baca:

Sekaten merupakan cara masyarakat Jawa memperingati hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan khas Jawa ini berlangsung sejak awal penyebaran Islam yang dilakukan Walisanga. Sekaten berasal dari kata syahadatain atau dua kalimat syahadat yang menunjukkan kesaksian pemeluk agama Islam atas keesaan Allah SWT dan kenabian Muhammad. Selain digelar pasar rakyat yang memasarkan souvenir dan kerajinan tangan, perayaan Sekaten dimeriahkan dengan berbagai pertunjukkan tradisi serta pameran benda-benda pusaka di Keraton. Prosesi ritual berupa dibunyikan gamelan klasik Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari mulai pukul 09.00-24.00 (hanya istirahat saat waktu salat) di Bangsal Masjid Agung.

Pas gue main ke sana, setahu gue sekaten itu ya acara pasar malam (night market) tahunannya di Solo. Tapi setelah gue googling di google, ternyata Sekaten itu seperti yang gue copas di atas tadi.

Pukul 19.20 kita tiba di Gladak Slamet Riyadi. Kita baru berempat, yakni gue, Budi, Danang dan Hasan. Kita masih menunggu dua orang lagi, Bimo dan Weda. Setelah beberapa puluhan menit kemudian, mereka tiba. Langsung kita menuju ke dalam area Sekaten Solo 2013. Sebelumnya Danang sempet beli arum manis warna putih, cukup dengan uang goceng dapat dinikmati bareng-bareng.

Suasana Sekaten rame banget, soalnya cuaca pas cerah. Cocok kalau buat jalan bareng sama gebetan maupun pacar sebenarnya, tapi ini malah berenam cowok semua. Bagi gue tak masalah, karena nanti pas jalan pasti ga ada yang minta dibeliin ini itu dsb.
Lagi-lagi Sekaten mengingatkan akan masa lalu. Dulu pernah gue ke sini barengan pacar gue, sekarang sih mantan. Kita muter-muter, beli makan, nongkrong dan begitulah.
Dibanding tadi sih gue ngrasa lebih nyaman, karena bisa terasa lebih bebas menurut gue. Lagian sekarang gue menganut ajaran tanpa apa itu yang namanya pacaran :')

Balik ke cerita,  jadi kita berenam muterin itu alun-alun tempat dimana Sekaten diadain. Tujuan sebenarnya sih nganterin si Hasan buat beli celengan bentuk babi, tapi berhubung ketemu teman kampusnya di sana dan diajakin naik kora-kora ala pasar malam yang pengamanannya itu minim banget, maka main-mainlah mereka dengan wahana yang ada. Banyak macam permainan di situ, yang pertama kita coba yaitu kora-kora. Dari berenam ternyata yang naik cuma berempat, dan gue kagak ikutan naik. Ha ha ha, puas gue ngelihatin mereka di atas teriak-teriak ga jelas dengan muka yang ketakutan. Yang ngelihat aja ketawa sampai suara serak,apalagi yang naik ke atas ya? Gue masih sayang sama jantung gue, jadi gue ga ikutan naik, ngelihat Manchester United main aja udah krasa banget senam jantungnya, apalagi itu?
Setelah kora-kora, maka lanjutlah ke permainan selanjutnya, namanya ombak apaan gue lupa. Jadi itu bentuknya lingkaran, dan kita duduk di tempat duduk yang melingkar. Setelah digerakkan maka permainan tersebut akan berputar naik turun. Dan kali ini tetep deh gue kagak ikutan naik :D

 Contoh gambar kora-kora gue ambil dari blog orang.


Contoh gambar "ombak banyu", gue ambil dari sini.

Habis itu kita lanjut muter-muter ga jelas, dan kita terhenti di lapak mancing mania dimana kita mancing dengan memasukkan pancingan ke dalam botol dimana di atas botol itu batang terdapat korek api, apabila batang tersebut jatuh maka gagal. Kail pancingnya bukan seperti kalau kita mancing ikan beneran tapi seperti gelang lingkaran kecil. Hadiahnya menggiurkan, dari alat elektronik murah sampai tv lcd yang mahal. Hal ini menarik bagi pengunjung termasuk kita, dan kita tetep saja gagal.
Lanjut ke lapak sebelahnya, yaitu lempar gelang ke arah hadiah yang kita inginkan, hadiahnya cuma minuman sih, dan tetep saja gagal lagi. Ke lapak sebelahnya llagi, yaiut lempar kaleng dengan bola. Dengan uang seribu kita memperoleh 3 kali lemparan ke target berupa kaleng susu bekas yang ditumpuk-tumpuk, hadianya macam-macam, dari parsel minuman sampai minuman dan mie instan eceran. Di sini si Weda dapat minuman eceran karena 3 kali lemparan hampir menjatuhkan semuanya. Hitung-hitung buat nyenenginlah.

Setelah itu kita lanjut muter-muter, dan berhenti di lapak jualan hewan ternak. Di sini kita tertarik melihat burung hantu yang ternyata mahal harganya. Selain itu ternyata makanan burung hantu ini berupa ayam kecil yang hidup maupun yang mati. Sudah mahal, makanannya juga mahal, Bisa-bisa makanana si burung sama empunya mahalan burungnya. Di sini kita terpisah dengan si Danang. Ternyata dia mencari toilet umum karena kebelet boker. Mungkin gara-gara naik kora-kora, perutnya dikocok sampai kotorannya mau keluar semua, ha ha ha. Karena terpisah itu, maka kita memutuskan untuk balik ke parkiran, sebelum ke parkiran Bimo dan Weda menyempatkan diri untuk membeli cemilan berupa tahu petis, tahu isi, dan molen. Rasanya? Not bad sih, tapi cenderung ke bad, tidak memuaskan lidah kita. Sehabis kita makan lanjut kita pulang ke kosan tercinta.

Jadi menurut gue, datang ke Sekaten bakal lebih menyenangkan kalau kita datangnya beramai-ramai biar di sana tambah ramai. Siapkan nyali dan uang lebih untuk menikmati semua jajanan dan wahana yang ada di sana. Banyak souvenir-souvenir yang akan mengingatkan kita akan masa kecil kita dulu, tak ada salahnya kan kita bernostalgia :')


Rabu, 05 Oktober 2011

Karaoke at NAV


The second time I karaoke. Now karaoke at NAV. Not as full as yesterday, now just six people. The voice was not back from yesterday to sing. Have fun with singing. Two days in a row. And two hours in a row.

Selasa, 04 Oktober 2011

Happy


This is my first time karaoke. At first I was awkward to sing along. But after a few minutes then I follow to sing. This really refreshing. I'm so glad. My voice is gone to sing. This togetherness will not be forgotten.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Happy Birthday Wedha Akbar Ramanda


This morning, October 1, 2011 to celebrate the birthday of my friend Wedha. All my friends party at KFC. We leave at 12 more. As tradition if one of our anniversary will be a party at KFC. But it does not happen to me, because among them there is no one remembered when I was born. So far I have not had to pay for their meals. lol.