Rabu, 16 Januari 2013

Sekaten 2013

Kali ini gue mau nyritain Sekaten Solo 2013 yang barusan gue sama teman-teman kosan sambangi. Sebelumnya gue bakal ngasi tahu apa itu Sekaten, menurut sumber yang gue baca:

Sekaten merupakan cara masyarakat Jawa memperingati hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan khas Jawa ini berlangsung sejak awal penyebaran Islam yang dilakukan Walisanga. Sekaten berasal dari kata syahadatain atau dua kalimat syahadat yang menunjukkan kesaksian pemeluk agama Islam atas keesaan Allah SWT dan kenabian Muhammad. Selain digelar pasar rakyat yang memasarkan souvenir dan kerajinan tangan, perayaan Sekaten dimeriahkan dengan berbagai pertunjukkan tradisi serta pameran benda-benda pusaka di Keraton. Prosesi ritual berupa dibunyikan gamelan klasik Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari mulai pukul 09.00-24.00 (hanya istirahat saat waktu salat) di Bangsal Masjid Agung.

Pas gue main ke sana, setahu gue sekaten itu ya acara pasar malam (night market) tahunannya di Solo. Tapi setelah gue googling di google, ternyata Sekaten itu seperti yang gue copas di atas tadi.

Pukul 19.20 kita tiba di Gladak Slamet Riyadi. Kita baru berempat, yakni gue, Budi, Danang dan Hasan. Kita masih menunggu dua orang lagi, Bimo dan Weda. Setelah beberapa puluhan menit kemudian, mereka tiba. Langsung kita menuju ke dalam area Sekaten Solo 2013. Sebelumnya Danang sempet beli arum manis warna putih, cukup dengan uang goceng dapat dinikmati bareng-bareng.

Suasana Sekaten rame banget, soalnya cuaca pas cerah. Cocok kalau buat jalan bareng sama gebetan maupun pacar sebenarnya, tapi ini malah berenam cowok semua. Bagi gue tak masalah, karena nanti pas jalan pasti ga ada yang minta dibeliin ini itu dsb.
Lagi-lagi Sekaten mengingatkan akan masa lalu. Dulu pernah gue ke sini barengan pacar gue, sekarang sih mantan. Kita muter-muter, beli makan, nongkrong dan begitulah.
Dibanding tadi sih gue ngrasa lebih nyaman, karena bisa terasa lebih bebas menurut gue. Lagian sekarang gue menganut ajaran tanpa apa itu yang namanya pacaran :')

Balik ke cerita,  jadi kita berenam muterin itu alun-alun tempat dimana Sekaten diadain. Tujuan sebenarnya sih nganterin si Hasan buat beli celengan bentuk babi, tapi berhubung ketemu teman kampusnya di sana dan diajakin naik kora-kora ala pasar malam yang pengamanannya itu minim banget, maka main-mainlah mereka dengan wahana yang ada. Banyak macam permainan di situ, yang pertama kita coba yaitu kora-kora. Dari berenam ternyata yang naik cuma berempat, dan gue kagak ikutan naik. Ha ha ha, puas gue ngelihatin mereka di atas teriak-teriak ga jelas dengan muka yang ketakutan. Yang ngelihat aja ketawa sampai suara serak,apalagi yang naik ke atas ya? Gue masih sayang sama jantung gue, jadi gue ga ikutan naik, ngelihat Manchester United main aja udah krasa banget senam jantungnya, apalagi itu?
Setelah kora-kora, maka lanjutlah ke permainan selanjutnya, namanya ombak apaan gue lupa. Jadi itu bentuknya lingkaran, dan kita duduk di tempat duduk yang melingkar. Setelah digerakkan maka permainan tersebut akan berputar naik turun. Dan kali ini tetep deh gue kagak ikutan naik :D

 Contoh gambar kora-kora gue ambil dari blog orang.


Contoh gambar "ombak banyu", gue ambil dari sini.

Habis itu kita lanjut muter-muter ga jelas, dan kita terhenti di lapak mancing mania dimana kita mancing dengan memasukkan pancingan ke dalam botol dimana di atas botol itu batang terdapat korek api, apabila batang tersebut jatuh maka gagal. Kail pancingnya bukan seperti kalau kita mancing ikan beneran tapi seperti gelang lingkaran kecil. Hadiahnya menggiurkan, dari alat elektronik murah sampai tv lcd yang mahal. Hal ini menarik bagi pengunjung termasuk kita, dan kita tetep saja gagal.
Lanjut ke lapak sebelahnya, yaitu lempar gelang ke arah hadiah yang kita inginkan, hadiahnya cuma minuman sih, dan tetep saja gagal lagi. Ke lapak sebelahnya llagi, yaiut lempar kaleng dengan bola. Dengan uang seribu kita memperoleh 3 kali lemparan ke target berupa kaleng susu bekas yang ditumpuk-tumpuk, hadianya macam-macam, dari parsel minuman sampai minuman dan mie instan eceran. Di sini si Weda dapat minuman eceran karena 3 kali lemparan hampir menjatuhkan semuanya. Hitung-hitung buat nyenenginlah.

Setelah itu kita lanjut muter-muter, dan berhenti di lapak jualan hewan ternak. Di sini kita tertarik melihat burung hantu yang ternyata mahal harganya. Selain itu ternyata makanan burung hantu ini berupa ayam kecil yang hidup maupun yang mati. Sudah mahal, makanannya juga mahal, Bisa-bisa makanana si burung sama empunya mahalan burungnya. Di sini kita terpisah dengan si Danang. Ternyata dia mencari toilet umum karena kebelet boker. Mungkin gara-gara naik kora-kora, perutnya dikocok sampai kotorannya mau keluar semua, ha ha ha. Karena terpisah itu, maka kita memutuskan untuk balik ke parkiran, sebelum ke parkiran Bimo dan Weda menyempatkan diri untuk membeli cemilan berupa tahu petis, tahu isi, dan molen. Rasanya? Not bad sih, tapi cenderung ke bad, tidak memuaskan lidah kita. Sehabis kita makan lanjut kita pulang ke kosan tercinta.

Jadi menurut gue, datang ke Sekaten bakal lebih menyenangkan kalau kita datangnya beramai-ramai biar di sana tambah ramai. Siapkan nyali dan uang lebih untuk menikmati semua jajanan dan wahana yang ada di sana. Banyak souvenir-souvenir yang akan mengingatkan kita akan masa kecil kita dulu, tak ada salahnya kan kita bernostalgia :')


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar