Rabu, 02 Oktober 2013

Rencana Pertama Bulan Ini

Oktober. Apa yang bakal lo lakuin di bulan Oktober ini?

Selama ini gue ngga pernah punya planning disetiap awal bulannya. Oktober adalah bulan haji, dimana ada Hari Raya Idul Adha. Kalau ada rezeki rencananya gue pengen ikut qurban kambing atau sapi. Walaupun gue belum kerja, belum bisa menghasilkan uang sendiri, tapi gue selalu nyisain uang saku yang dikasih orang tua.

Gue punya tv led yang selama hampir setahun ini nemenin gue di kostan. Bahkan sewaktu gue tidur, dia juga yang jagain gue sampai gue bangun dipagi atau siang harinya. Agak berat sih mau ngelepas dia keorang lain, tapi seandainya bener jadi gue lepas maka gue akan tuker dia dengan hewan qurban.
Semoga apa yang gue lakuin ini tepat dan selalu dijalanNya. Aamiin.


Senin, 30 September 2013

Gunung Api Purba

Entah kenapa bukit ini dinamakan Gunung Api Purba, kata bapak-bapak yang punya tanah (bukit ini) sebutan Gunung Api Purba dinamai oleh seseorang seperti walikota (orang yang dihormati) dizaman lampau. Selain itu juga ada mitosnya kalau dulu gunung ini dibawa oleh punakawan dari Gunung Merapi, tetapi belum sempat sampai tujuan gunung ini malah jatuh di sini (Nglanggeran).
Di gunung ini juga terdapat mata air yang diberi nama mata air comberan. Padahal mata air ini dibuat oleh bapak-bapak tadi (sebagai narasumber waktu gue camping) tapi malah mata air tersebut dibuat sebagai tempat yang agak dikeramatkan. Kadang tempat tersebut juga dipakai untuk bertapa orang kraton.

Bukit berbatu besar-besar ini dapat kita nikmati dengan membayar retribusi sebesar Rp 5000 dan Rp 7000 bagi yang ingin bermalam, dan untuk parkir Rp 2000.
Untuk samapai ke puncak bukit ini kita akan melewati banyak batuan. Bahkan kita akan melewati celah sempit diantara dua batuan besar.
Cukup 1 jam waktu normal untuk sampai ke puncak untuk orang yang belum pernah naik gunung.

Itu sedikit tentang Gunung Api Purba, Sabtu 28 September, gue bareng temen-temen kos dan temennya temen kos pergi ke sana. Kita berangkat dari solo kurang lebih pukul 3 dan sampai di tujuan pukul 16.30an. Di sini kita berlima, yaitu gue, Hasan, Lili, Mimi, dan Weda. Dan rencananya malam temen gue, Sadam dan Uci akan nyusul.
Setelah parkir kendaraaan kita menuju loket masuk, sebelum sempetin buat foto dulu, hehehe.

Yap perjalanan dimulai. Perjalanan menuju puncak disore hari itu ditemani oleh sun set yang indah. Baru pos 2 si Lili sudah muntah aja, naik gunung berasa naik angkot katanya. Karena hari sudah mulai sore, maka Hasan dan Weda naik duluan untuk mencari tempat mendirikan tenda dom. Gue jalan bareng Lili sama Mimi. Sebagai pejantan tangguh gue kudu jagain mereka jalan pelan-pelan menuju puncak.

Di tengah jalan ada penunjuk arah "puncak mas bro", ini pasti sudah dekat. Ternyata lumayan jauh sih, penunjuk arah yang PHP. Setelah itu ada dua pilihan puncak dan ground perkemahan 1 belok kanan dan yang ground perkemahan 2 ke kiri. Sebagai manusia normal dan pertama kali ke sini pasti pilih yang pertama dan ke kanan. Karena ragu-ragu, gue pun mencoba untuk menghubungi Hasan atau Weda. Akhirnya setelah lama nyambung juga walaupun suara ga jernih dan di spot-spot tertentu saja ada sinyal. Ternyata mereka ambil yang ke kiri. Balik arah deh gue.

Setelah itu gue bingung nyari mereka, tau gitu kita ngga usah misah gini, kan jadi repot nyarinya. Untung ngga luas banget di atas, jadi ngga lama kemudian kita bertemu dan mendirikan tenda di tempat yang pas sekali. Kenapa pas? Karena selain datar tempanya, kita juga dapat melihat indahnya lampu kecil-kecil dari atas gunung ini. Seperti biasa, gue pun merasa kecil di sini.


Rabu, 18 September 2013

#random

Gue tau manusia itu tidak ada puasnya.
Manusia banyak keinginanya.
Bagaimana caranya bisa memenuhi segala nafsunya.

Ketika gue ingat kalo gue ini ciptaanNya, maka gue merasa puas dengan keadaan sekarang ini.
Kalahkan keinginan dengan yang namanya kebutuhan, jauhkan kata gengsi.
Nafsu hanyalah kenikmatan sesaat, karena tidak ada yang abadi selain Dia dan... mahasiswa abadi. HAHAHA

Ketika galau melanda, paragraf awal itu adalah bentuknya. Paragraf selanjutnya adalah jawaban dalam mengalahkan kegalauan tersebut.

Ngomongin soal galau, ini akhir 2013 sepertinya sudah mulai ngga musim, maka dari itu ayo kita musimkan kembali!!! :hammer
Gebleg ah :))

Tapi eh tapi, menurut penelitian gue tadi siang sampai sore di sekitaran Manahan, ternyata kegalauan itu masih musim. Tidak hanya menyerang remaja ABG masa kini bahkan yang berumur pun ikut bergalau ria. Sendirian tanpa teman di tempat keramain, wajah datar pandangan kosong sembari melihat hp nya yang sepi, itulah bentuk kegalaun yang nampak tadi. Gue doain semoga yang galau cepat hilang dan menemukan sesuatu yang beda di tempat kalian menggalau.

Nah ini gue ada tips buat ngilangin galau kalian. Kalian pasti punya teman kan? Ngga perlu nyari teman yang deket banget atau sahabat, cukup teman atau orang yang kalian kenal saja. Jangan cuma satu orang ya, minimal dua orang. Bisa satu jenis kelamin atau campuran. Ganda pun boleh kalo ada, biasanya malah lebih rame. Hehehe.
Habis itu kalian pergi ke tempat yang ramai dan enak suasananya. Kalo ada cemilan lebih baik lagi. Nah kalo sudah, ceritalah kalian selepasnya, omongin deh orang yang kalian saling kenal toh orangnya juga gak bakal denger. hehehe. paling cuma bersin-bersin sama telinga panas.
Tapi ngomongin orang kan ngga baik?
Emang sih, tapi kan dosa ngganya cuma Tuhan yang tau :p
Yang penting kita hepi dulu, dan apa itu yang namanya galau? Hilang seketika karena kita melebur dalam suasana suka cita bersama. Dan ketika kita di rumah masing-masing pasti akan teringat hal yang tadi telah diomongin.

Sebenarnya inti dari tips di atas itu apa?
Yap, komunikasi! Karena manusia sebenarnya tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, dalam bersosialisasi yang digunakan adalah komunikasi. Jadi ketika galau melanda, pasti posisinya pas sendirian dan tidak berkomunikasi dengan orang lain. Maka dari itu, komunikasi adalah jawabannya :)

Gue akan berkata "A.... " pada lo. Lo menjawab "B... ". Karena gue adalah AB :p
Sekian~


#tervicky

Siapa yang ngga tau Vicky di bulan September ini? Kalo ngga tau silakan googling aja lewat yahoo terus cari di yusup eh youtube pasti ketemu kok. Dalam sekejap pun Negara kita #tervicky dengan cepatnya. Gimana ngga? Kan orang-orang kita ini masih latah akan situasi sekitar. Contohnya disaat goyang harlem shake terkenal, semua orang latah mengikutinya dan akhir-akhir ini jadi bermunculan banyak goyang di Indonesia. Berawal dari goyang Caesar, gimana goyang itu ngga terkenal? Lha tiap hari muncul di tv waktu acara sahur kok. Selama bulan puasa goyang terus jadi ya ajar aja terkenal. Nah gara-gara itu, terkenal deh. Kontrak pun lanjut, acara goyang tetap sebagai intinya. Selain itu, acara musik pagi-pagi pun mengikuti tren yang ada. Cek deh di tv kalian.

Lepas dari goyang-goyang di atas, kembali lagi kita pada si Vicky. Dari bahasanya yang luar binasa karena menurut gue dia itu patut dibinasakan. Kasihan guru bahasa Indonesianya dulu yang ngajar dia. Bisa-bisanya bikin bahasa yang terlihat tinggi padahal itu sama sekali menyalahi kaidah bahasa Indonesia.

Tapi yang patut kita waspadai, dia juga hebat karena sudah banyak mengelabuhi banyak wanita cantik. Sedangkan gue? Masih jomblo, buat ngelabuhi wanita aja belum bisa. Jadi Vicky lebih hebat dong, hahaha. Berarti ini salah satu tips untuk mendapatkan wanita, yaitu berbicaralah serasa omongan tingkat tinggi padahal itu tidak ada artinya. Hemm, jadi kesimpulannya sih wanita itu mudah terbuai oleh kata-kata. Pantesan tiap pedekate sering disebut main sepik/ speak/ ngomong. Makin pintar ngomong makin lancer segala urusan, hehehe.

Kita sudahi saja ya #tervicky ini. Biarlah berita ini cepat tenggelam. Karena lebih banyak hal yang lebih penting.
     "Apa itu? Dolar yang masih tinggi? Penembakan polisi belakangan ini?"
     "Bukan, bukan itu."
     "Yang lebih penting adalah…. Gue kudu ngerjain skripsi biar cepet kelar, terus lulus."
Aamiin 

Jumat, 02 Agustus 2013

Gue Volunteer Pengembangan Institutional Repository UNS

Gimana caranya gue bisa terjebak dalam volunteer ini?

Jadi gini ceritanya, waktu gue twitteran si akun UNS ngetwit kalau ternyata eprints UNS membutuhkan volunteer yang berasal dari fakultas teknik karena masih kekurangan. Yaudah gue iseng daftar kali aja ketrima :D

Tugas sebagi volunteer yaitu membantu mengupload sejumlah jurnal, skripsi, tesis dan masih banyak lainnya. Volunteer yang terpilih ada 40 orang dan sebagian besar berasal dari jurusan Informatika.
Setiap volunteer wajib mengupload minimal 250 file ke dalam database eprints UNS.
Jadi selama satu bulan ini setiap hari Senin dan Kamis, gue main ke Puskom UNS buat kerja sebagai volunteer. Di Puskom koneksinya kenceng buat upload dan download, jadi di sini gue berusaha buat upload sebanyak mungkin, karena kalau pakai koneksi internet modem sendiri ga bisa secepat di sini.

Di sini gue jadi tambah banyak kenalan, dan semuanya masih muda-muda, kebanyakan dari angkatan 2009. Jadi di sini gue berasa tua sendiri, tapi ngga semua orang tau kao gue lebih tua, maklum muka badan gue seperti seumuran kaya mereka. hahaha.

Awal pertemuan dan akhir pertemuan acara ini ada buka bersama, seneng bisa buka bersama bareng orang-orang baru yang gue kenal. 
Sampai ga kerasa sudah satu bulan gue jadi volunteer, dan sudah lebih dari 250 file yang sudah gue upload. Bakal jadi pengalaman buat gue ini.
Selain itu gue juga bakal dapat sertifikat yang ditandatangai sama rektor, dan sedikit uang jajan. Uang jajannya sih sudah gue terima, hehehe, ini pasti juga sebagian berkah di bulan puasa ini :D

Saran gue, kalau ada acara bikinan kampus mending ikutan aja deh, banyak yang kita dapat dari acara tersebut. Entah yang disangka dan yang ga kepikiran juga pastinya :))

Berkah Itu Ngga Kemana

Dari acara buka bersama kemarin (lanjutan postingan sebelum ini, cek ya :D) gue bareng temen-temen angkatan lanjut nongkrong bareng. Sebelumnya gatau sih mau nongkrong dimana, diputusin deh buat karaokean di Inul Vizta Solo Square.

Kita berenam, ada gue, Ihya, Burhan, Octo, Doni, dan Ami. Pertama kita janjian buat ngumpul di tempat Burhan, sedangkan si Ami mau ke kosan Doni dulu buat ambil sesuatu. 
Ternyata si Ami dan Doni habis itu langsung ke kosan Ami, padahal kita gatau mana kosannya. Dan akhirnya janjian buat ketemuan di belakang Solo Grand Mall.

Sesampai di sana kita dijemput Doni, lanjut ke kosan Ami buat nitipin motor. Biar ngirit sekali jalan kita naik mobil si Ami buat ke Solo squarenya. Sampai di sana parkiran penuh, sampai paling pucuk pun tetep ga ada yang kosong, untungnya pas balik turun satu atau dua lantai kita nemuin parkiran yang kosong. Nyari parkirnya lama bung, hahaha.

Lanjut kita pesen karaoke, dan masih nunggu 45 menit lagi. Sewaktu kita nungguin, ada aja kejadian yang lucu. Segerombol orang Cina keluar dari room dan sewaktu mau bayar tagihan mereka saling lempar siapa yang mau bayar, bukannya rebutan siapa yang mau bayarin, malah ada yang berusaha kabur buat ga bayar, hahaha. Sampai-sampai masnya yang jaga ngedumel "mbok ya ditalangi sik ngono lho". Hemm, mungkin aja biar ga rugi kali mas, otak dagang kali mereka, mau nyanyi ga mau bayar :D

Kemudian datang deh entah itu sepasang pacar atau adek kakak. Gimana ga bingung, atau Tuhan yang ngga adil? ceweknya cakep tapi cowonya... emmm, gitu deh. Alhasil temen-temen pada ngobrolin deh itu pasangan, tapi ngobrolinnya lewat twitter. Woiiii gimana gue bisa tau, bb gue cuma langganan bbm doank, ga bisa twitteran , hahaha, parah dah.

Akhirnya jatah nyanyi kita masuk juga. Cukup 2 jam kita nyanyi ga jelas, 1 jaman random dan sisanya lagu jawa :))
Ternyata di bulan penuh berkah ini karaokepun dibosi sama si Ihya. hohoho. 
Sehabis itu kita lanjut nyari makan di luar, sebenernya bisa mampir ke kfc tapi berhubung di sebelahnya lagi dibangun mendingan gausah daripada ada rasa batu krikil pasir, hehehe, alasan doang sih :p
Tujuan selanjutnya ke nasi liwet bu siapa gue lupa, gue kirain ini nasi liwet mahal, eh ternyata enggak, pas di kantong mahasisa lho. Makanya rame wlaupun tengah malam gitu.

Oiya, selama tadi waktu nyanyi gue bbm an juga sama orang asing yang kemarin invite gue, gue kirain dia mau beli kaos dagangan gue, eh ternyata dia invite gegara habis baca blog gue dan lihat pin bb gue di twitter. Gue seneng banget ada yang nyasar mau baca blog aneh gue. Tapi sayangnya dia kuliah di UPN Jakarta sana, kirain kalau di Jogja kan bisa ketemu :3

Selain itu waktu nyanyi juga ada yang invite, dan ini yang gue suka, ada buyer, hehehe. Ternyata orang Tangerang mau order kaos gue. Seneng deh. Ini pasti berkah di balik kejadian-kejadian sebelumnya :D

Dan akhirnya sampai kosan tengah malam setengah satu pagi. Tinggal nunggu jam 3 buat makan lagi, makan sahur...
 


Bulan Puasa, Bulan Penuh Berkah

Pencet tombol religi mode ON. Tet.. :D

Gimana puasa kalian? Lancarkan, alhamdulillah kalo lancar, sama seperti gue :p
Puasa gue sih lancar, cuma bab (be a be) nya aja yang kurang lancar gegara kurang serat, hehehe.

Akhirnya gue katam juga baca al-quran nya. 24 tahun baru katam sekali, sungguh terlalu gue ini. Tapi gue seneng banget karena bisa katam di bulan ramadhan ini, walaupun gue bacanya start dari juz 10 sih :p. Tapi intinya yang penting katamlah, lalala yeyeye. Pastinya ada kepuasan sendiri, ga percuma bibir gue kering gara-gara kejar setoran baca quran tiap habis salat. Sekarang tinggal mengulang dari dari awal pertama. Ayo semangat buat kalian yang belum katam, apalagi di bulan penuh berkah ini.

Banyaklah berbuat baik di bulan ini, karena kita bakal dapet balasan yagn luar biasa :D
Banyakin sedekahnya, bantuin orang-orang, bantuin nenek-nenek nyebrang jalan, bantuin ngabisin makanan sahur dan buka di warung juga bisa.

Nah, gue ada cerita kemarin waktu gue mau buka bersama bareng temen-temen angkatan. Tepatnya tanggal 26 Juli 2013 di Spesial Sambal Sekarpace, Solo.
Waktu itu bertepatan juga dengan pertandingan Manchester United dalam rangka tour Asia 2013, dan gue melewatkannya demi buka bersama. Gak gitu nyesel sih, soalnya akhir skornya seri.

Sebelum gue berangkat buber, pukul 4 sorean gitu gue masih di depan laptop buat browsing searching gitu, dan gue nemuin hp yang dijual murah di tokobagus. Gue sms deh itu seller dan ngajak ketemuan buat cod secepatnya, karena mepet sama acara buka bersama gue.
Akhirnya deal deh buat cod an di depan Bank Indonesia di daerah Gladak Solo. Tunggu 15 menit dia bilang, oke deh, gue bisa siap-siap dulu sambil mampir ke ATM.

Habis itu gue tungguin di depan Bank Indonesia (BI). Ternyata sampainya duluan gue, gue sms tu seller belum bales juga. Tiba-tiba datang orang ngampirin gue, dia tanya apa bener gue yang mau cod-an beli hp, gue jawab deh iya.

"namanya siapa mas?", tanya gue ke dia.

"hanafi, masnya?", jawab dia.

"abe, ..."

Gue tanya deh, perasaan sebelum gue datang dia sudah datang duluan, tapi kenapa pas gue sms ga balas? Dia bilang kalau hapenya punya temennya dan ga dibawa soalnya dipassword dan dia ga tau passwordnra apa. Hadeeeh..

Nah habis itu gue tanya deh ngalor ngidul, dan ternyata dia satu kampus sama gue, satu jurusan lagi. Dan dia kos di belakang kampus. Tapi gue bingung, kalo sama-sama kuliah di UNS kenapa dia minta cod-an di sini jauh-jauh? Padahal kan bisa di belakang kampus, mana ini mepet waktunya buat buka bersama juga. Yaudah gue tanya langsung mana hapenya yang dijual? Tapi dia nanggapinya ngirain nanyain dimana hape dia, dia jawab kalau masih dibawa temennya. Dan temennya belm datang.
Oke deh gue bilang kalau gitu nanti ketemuan di belakang kampus aja habis buka puasa karena gue ada acara.

Sebelum pulang gue pastiin lagi apa bener dia sellernya? Dan ternyata di buyer juga, sama kaya gue. Kampret dah daritadi tuh ternyata gue ngobrol sesama pembeli yang lagi janjian cod. Ternyata dia juga mau beli karena sudah janjian duluan. Hadeeeh, kenapa ngga bilang daritadi, makanya gue ngrasa waktu ngobrol ada yang janggal.

Tak lama kemudian gue dapat telepon dari si seller kalau dia sudah sampai, tapi ngga di depan BI, melainkan di seberang jalan. Yaudah berhubung gue janjian habis si Hanafi, gue ngalah aja kalau barangnya buat dia aja. Kenapa seller malah telpon gue? Karena terakhir yang sms sama telpon dia itu gue, tapi berhubung gue kalah cepet janjian ya gue ikhlasin aja :)

Gue percaya gue bakalan dapat ganti yang lebih nantinya, walaupun gue ngga tau itu apa. Akhirnya itu hape jadi dibeli si Hanafi. Gue bisa aja langsung nebus itu hape karena gue yang ditelepon buat ketemu duluan tapi gue pikir itu ga baik, coba kalau gue di posisi dia, hehehe.
Sehabis itu pulang deh, lanjut buat acara buka bersama bareng temen seangkatan, gue datang telat, sampai tempat sudah waktunya berbuka.

Dari cerita gue tadi, sekarang gue simpulin kalau mau cod tanyalah langsung barang yang akan diperjual belikan terlebih dahulu, baru deh kita kenalan ngalor ngidul. hahaha.