Minggu, 01 Desember 2013

Catatan Perjalanan: Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo


Ketika kaki menapakkan di pos Sabana I, gue dan teman-teman sependakian mendirikan tenda untuk istirahat. Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Setelah itu acara masak air dan masak mie instan pun terjadi.

Skip...

Ketika bangun pagi, pemandangan sun rise dari Pos Sabana I seperti gambar di atas. Gambar diambil secara panorama dengan kamera digital Sony.

Kembali ke awal cerita..

Jalur Selo merupakan salah satu pilihan untuk menuju puncak Merbabu. Masih ada jalur Cunthel, Tekhelan, dan Wekas yang bisa dilewati dari Kopeng.
Kali ini gue lewat jalur Selo karena sebelumnya gue pernah lewat kopeng dan sekaligus dua jalur alias beda jalur waktu naik dan turunnya.

Jalur selo terbagi menjadi beberapa pos, yakni Pos 1, Pos bayangan 2, Pos 2, Pos 3 aka Batu Tulis, Sabana I, Sabana II, dan selanjutnya puncak Triangulasi. Beberapa meter dari situ puncak Kentheng Songo.
23 November gue bersama teman-teman (Hasan, Satimo, Tutut, dan Weda) berangkat dari Solo menuju Selo. Asal kalian tahu, ketika sampai Selo untuk menuju base camp tidak ada penunjuk arah di pinggir jalan, dan tidak semua orang sekitar tahu keberadaan base camp yang terdapat di kaki Gunung Merbabu.
Salah satu teman gue, Tutut, orang yang menjadi penunjuk arah aja lupa-lupa ingat. Untungnya kita sampai base camp walaupun sempat nyasar.

Sesampai di base camp kita siap-siap, makan-makan dulu kecuali Tutut ngga makan takut ganjel di perut katanya. Ibadah-ibadah dulu juga. 
Pukul 17.30 kita mulai daki Gunung Merbabu. Pos demi pos terlewati. 
Sampailah di Sabana I, kita mulai capek, dan akhirnya kita beristirahat bangun tenda di sini.

Sun rise di deket tenda

Karena kecapekan maka sun rise gagal di puncak, alhasil sun rise di Sabana I. Walaupun belum sampai puncak tapi pemandangan di sini ngga kalah bagus lho.

Siluet -_-


 Latar belakang Gunung Merapi :D


 Teman yang berjuang.


Puncak masih di belakang bukit itu.


 
 Puncak Kentheng Songo


Oleh-oleh untuk seseorang :)


Perjalanan turun lebih cepat daripada perjalanan waktu naik (mendaki). Turun Gunung Merbabu dengan lari kurang lebih 2 jam cukup.

Lain waktu gue pengen daki Merbabu lagi dan menikmati suasana sun rise di puncak :')
Setiap perjalanan pasti ada hikmahnya. Kali ini gue bersyukur banget selain bisa selamat sampai tujuan dan pulang dengan kaki cenat cenut, gue daki Merbabu dengan beban tas yang paling ringan. Ini pasti balasan dari kemarin-kemarin yang tiap gue daki mesti bawa bawaan berat. Jadi tahu rasanya bawa beban ringan dari naik sampai turun lagi, hehehe.

Akhir cerita, salam lestari~

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar