Jumat, 25 Januari 2013

Catper 2, Kesasar

1 Januari 2013

Tahun pun telah berganti, gue ikut merayakan dengan sedikit teringat masa lalu mengenang tahun sebelumnya, banyak kenangan senang dan pedih. Tetapi gue tetap melihat ke depan, tepatnya ke atas. Karena di atas bakal ada banyak kembang api di awal tahun baru ini. Yak, tepat pukul 00.00 perayaan tahun baru di Kota Solo ini.

Kembang api tak seperti yang diharapkan, karena masih ramean kembang api yang tahun kemarin. Sedikit ada rasa kecewe karena bermacet-macetan dan sedikit hujan untuk melihat kembang api ini. Di samping itu juga agak miris dimana banyak pasangan di jalan, sedangkan gue juga berpasangan tapi sama cowok. Ya sama cowok, beda banget dengan tahun kemarin. Sudah lupakan masa itu, mari kita sambut 2013 ini dengan pengalaman yang lebih menantang.

Waktu itu gue liat kembang api bersama Weda. Dia adalah anak kosan Wisma Gemilang angkatan 2008, dengan bentuk tubuh yang tidak sesuai makhluk normal biasanya, mungkin berat badannya antara 80an kilogram, dan banyak bulu menempel di seluruh permukaan tubuhnya. Ingat jangan bayangin kalau itu king kong seperti di film-film.
Sepulang nonton kembang api pun, kita lanjut buat pulang ke kosan. Di pertengahan jalan teman kita, Bima, menelepon karena dia bersama ceweknya kehabisan bahan bakar (bensin) di daerah Musro. Kita pun segera menyusul ke sana, tetapi sebelum samapai sana sudah dikabari kalau motornya sudah bisa jalan lagi.
Putar stang motor deh kita buat balik kosan dan istirahat.

Paginya teringat masih ada barang buat daki gunung yang masih kurang, gue pun bersiap untuk lanjut berburu barang lagi. Kali ini yang kurang adalah bag cover. Fungsinya sebagai pelindung tas dari air, seperti air hujan tapi dengan batas intensitas yang ngga begitu besar. Sebelumnya sih gue dah nyoba buat nyari tapi belum dapat yang cocok, cocok ukurannya dan cocok harganya, ha ha ha, yang terakhir ini yang susah.

Tujuan pertama gue menuju ke eiger deket BI Solo. Ternyata di sini lagi ada diskon, tapi berhubung yang gue cari cuma bag cover jadi ngga begitu laper mata. Bag cover tinggal merk eiger dan itu harganya 100 ribu. Harga segitu ngga jodoh sama dompet gue, langsung deh gue keluar dari eiger store, karena cuma sebentar gue males buat bayar parkir, langsung aja cabut tanpa ngasih uang parkir. Parkir di Solo mahal tauk, he he he.

Selanjutnya gue nyari di daerah Makro. Dengan dasar perasaan dan insting, gue ngga nemuin toko peralatan outdoor. Ok deh, gue lanjut nyari di daerah UMS aja seperti tujuan pertama sebenarnya. Gue nyoba buat lewat jalan yang ngga biasanya. Di tengah perjalanan, ada rambu jalan kalau ada jalan yang lagi diperbaiki. Cuma orang yang rumahnya daerah situ boleh masuk. Pikir gue sih itu jalan tetep bisa dilaluilah, apalagi gue cuma naik motor, nanti bisa muter gitu. Gue ikutin itu jalan, belok sana belok sini, mulai lewat jalan yang belum pernah gue lewatin. Gue pikir seharusnya gue dah sampai, ga bakal selama dan senyasar ini. Mana dah jalan jauh ngga ada rambu jalan sudah sampai mana.

Tak lama kemudian gue ketemu rambu jalan, lurus ke Jogja dan Kartasura. Nah, ini nih gue dah kejauhan jalannya, gue balik arah tuh, kalau main PS pasti jadi ada tulisannya wrong way.
Gue ketemu rambu jalan tulisan Boyolali, Kartasura. Gue ikutin tuh, lama kemudian baru deh sampai tembus di pasar Kartasura. Ini mah bener-bener nyasar kejauhan dari UMS. Emang sih gue lama di Solo, 5 tahunan lebih. Iya lama di Solo, bukan Kartasura, gue ga ingat kalau ini sudah beda suku dan bahasa.

Setelah sampai UMS, gue langsung nyari barang yang gue cari. Di sinilah jodoh dompet gue bertemu. Dengan uang 50 ribu gue dah dapetin itu bag cove merk Claw. Ternyata eh ternyata ini toko punya cabang yang di Palur kemarin gue sambangin bareng teman-teman. Mana di sini gue ketemu lagi sama penjual yang kemarin ada di Palur, sayang sekali dia cowok. Kalau cewek pasti gue dah bilang ke dia kalu kita ini jodoh, jodoh jual beli maksud gue, ha ha ha. Mission Complete, dalam hati gue berbisik. Kosan, tunggu gue datang, dan tas gunung, ini gue bawain oleh-oleh.

Dari perjalanan seharian tadi, gue sadar lain kali gue bakal lebih matuhin rambu dan ga lagi buat sok tahu. Karena rambu lebih tahu darai pada gue. Di setiap perjalan pasti ada pelajaran, dan itu merupakan ilmu dari luar pendidikan yang formal. Jadi ga sabar buat perjalanan besok 2 Januari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar