Senin, 17 Desember 2012

Perjuangan Masa Depan Yang Tertunda

PT Pembangunan Perumahan (Persero), disingkat PT PP (Persero) namun lebih populer dipanggil PT PP atau PP saja, adalah salah satu BUMN yang bergerak di bidang perencanaan dan konstruksi bangunan (real estate). Perusahaan ini berdiri tanggal 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan. Namanya berganti menjadi PN Pembangunan Perumahan melalui Peraturan Pemerintah No 63 tahun 1960. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI no. 39 tahun 1971 statusnya berubah menjadi PT Pembangunan Perumahan (Persero).

(sumber: wikipedia)

Pada tanggal 19 November 2012 diadakan seminar PT PP di aula perpustakaan pusat, tepatnya di lantai 2. Tidak semua orang dapat mengikuti seminar ini karena hanya mereka yang memenuhi kriteria saja yang diundang untuk menghadiri seminar tersebut. Dan salah satunya adalah saya. dalam seminar tesebut dijelaskan apa itu PT PP dan sebagainya, dan kemudian dijelaskan kalau PT PP merupakan BUMN yang paling bagus diantara yang lain. Saya senang dapat mengikuti seminar tersebut, karena saya memperoleh pandangan untuk ke depannya saya harus meneruskan kemana. Di akhir acaranya diterangkan bagaimana cara untuk melamar di PT PP. Yak begitulah, sesampai di kosan saya menyusun syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melamar. Semua berkas persyaratan cukup di email ke alamat yang sudah diberikan dan akhir pengumpulan pada tanggal 30 November. Seperti pepatah kuno, "kapanpun pekerjaan itu diberikan, maka pada H-1 itulah pekerjaan akan diselesaikan". Dan tepat pada tanggal 30 November saya mengirim ke alamat email yang ditentukan. Sehari kemudian saya mendapat balasan bahwa email tidak terkirim mungkin karena terjadinya banjir email pada alamat email yang dituju. Pada saat itulah saya pasrah, mengapa juga saya mengirim pada detik-detik terakhir. Saya berpikir mungkin ini dapat saya ambil sebagai pelajaran supaya suatu saat saya tidak akan mengulanginya lagi. Akan tetapi, ada teman saya yang kritis karena email dia juga tak terkirim, dia menghubungi contact person PT PP dan menjelaskan apa yang terjadi. Dan akhirnya diberikan alamat email yang beda lagi untuk mengirim berkas-berkas lamaran. Saya pun mengikuti saran dia untuk mengirim kembali email itu. Dan terkirimlah sudah, tinggal menunggu panggilan untuk melakukan tes psikotes jika administrasi tersebut lolos.

 Sms dari nomor tak dikenal, lol



Malam itu tanggal 5 Desember 2012 di saat saya dan teman saya Ferdi nongkrong di warung gizi Shi Jack, saya mendapatkan sms dari nomor tak dikenal dan itu ternyata panggilan tes psikotes yang akan diadakan esok harinya di tempat yang sama seperti seminar.

Itu adalah pertama kalinya saya akan menghadapi tes psikotes pekerjaan. Saya sempat bingung, pakaian apa yang akan saya pakai esok. Padahal kemeja yang sering saya gunakan belum dicuci, jadi pake seadanyalah. Pas perjalanan pulang dari Shi Jact, saya sempatkan untuk mampir ke Indomart untuk membeli kaos dalam untuk persiapan besok. DI sana saya malah ketemu teman dekat saya dari waktu SMA dulu. Dia adalah Hafidz. Ternyata dia barusan pulang dari acara 40 hari temannya yang meninggal dunia, Ria namanya. Ria adalah mahasiswa UNS jurusan komunikasi. Dia meninggal karena kecelakaan, sedih rasanya kalau mengingat dia masih muda dan meninggal dengan keadaan tersebut. Tapi itulah takdir, kita tak bisa menolaknya. Kembali ke cerita, setelah saya ngobrol dengan teman saya itu cukup lama sambil mencari kaos dalam ukuran M, saya ingat kalau Ferdi menunggu saya di luar. Maka saya sudahi untuk segera membayar belanjaan saya. Sesampai di kosan saya mencoba kaos tersebut, dan cocok. hehehe. Setelah itu saya menyiapkan barang-barang yang akan dipakai tempur untuk besok pagi. waktu menunjukkan pukul 12 lebih, dan saya lupa tertidur jam berapa waktu itu.


Pukul 3 pagi saya terbangun, langsung cuci muka dan melakukan salat malam selanjutnya saya mencari makan sahur karena puasa Senin-Kamis. Seperti biasa tempat langganan makan jam segitu adalah burjo. Cukup nasi telor menemani jam sahur. Sampai pukul 5 saya masih melek, dan akhirnya tidur lagi. Pukul 7 pagi saya bangun dan mandi kemudian siap-siap untuk berangkat tes.

6 Desember 2012, di saat teman saya wisuda di auditorium UNS, saya malah masih berstatus mahasiswa akhir dan masi mencoba untuk mengikuti tes psikotes di aula perpustakaan UNS. Seperti suasana wisuda biasanya, jalan di dalam kampus menjadi ramai dan akhirnya macet. Tes yang menurut jadwalnya akan dilaksanakan pukul 09.30 menjadi molor alias tidak tepat waktu. Semua peserta pun menunggu sampai akhirnya 1,5 jam menunggu panitia tes baru datang karena terjebak macet. Sebelum panitia sampai di aula perpustakaan, saya sudah mencoba menghubungi tim panitia kenapa kok sudah 1,5 jam menunggu beum datang juga. Akhirnya sms saya dibalas, dan mereka meminta maaf karean datang terlambat karena kena macet. Dan mulailah tes psikotes walaupun waktunya tidak tepat.
Seperti pada saat seminar, tes kali ini juga mendapatkan snack dan makan siang. Berhubung puasa maka saya tidak menikmatinya. Ternyata bukan cuma saya saja yang puasa, Bapak Heri selaku HRD PT PP pun ternyata juga puasa. Tes pun mulai dilaksanakan, pertama-tama dilakukan pengisian biodata peserta dan pembagian kelompok untuk diskusi kelompok. Dan saya mendapat kelompok ke-6. Untuk diskusi dimulai dari kelompok awal yakni 1, 2, dan 3. Selain itu yang lain dapat melakukan ishoma (istirahat, Sholat, dan makan). Karena puasa maka saya langsung melakukan ibadah salat dzuhur bareng Pak Heri disaat yang lain menikmati makan siang. Setelah salat selesai, saya menyempatkan untuk menelepon orang di rumah untuk mendoakan saya supaya lancar dalam tes tersebut.

Tiba saatnya tes diskusi untuk kelompok 6. Di sini terdiri dari 6 peserta yang mana salah satunya adalah Tutut adik tingkatku di kampus. Dalam diskusi ini terdapat 1 kasus yang mana harus kita selesaikan untuk memperoleh keputusan bersama tapi bukan berarti itu hasil voting. Permasalah dalam kasus ini yaitu bercerita kita sebagai pilot pesawat yang pada saat itu dunia akan hancur dan kita hanya bisa membawa 7 orang untuk diselamatkan dibawa ke planet yang aman. Kita pun berdiskusi dan berargumen siapa saja yang akan diselamatkan dalam kasus tersebut. Ternyata setiap orang mempunyai pendapat yang berbeda-beda, dan itulah gunanya berdiskusi untuk mencapai tujuan dan keputusa bersama.

Setelah diskusi selesai maka dilanjutkan tes psikotes dan tes gambar pada umumnya. Dalam tes psikotes kita dites untuk mengerjakan soal-soal seperti tes psikotes atau tes IQ pada umumnya. Sedangkan tes gambar, kita disuruh menggambar pohon dan manusia.

Selesai tes psikotes dan gambar, maka lanjut mengerjakan tes teknis. Dimana tes tersebut selama 2 jam, dan boleh open book. Mau open book darimana kalau tidak ada persiapan? Open gadget juga boleh, tapi apa daya hp android saya baru saja dijual. Tapi bukan berarti menyerah sampai di situ, saya meminta bantuan teman kos saya untuk membawakan buku dari kosan, dan itu sangat membantu. Soal teknis terdiri dari 20 pilihan ganda dan 2 soal esai hitung-hitungan yaitu tentang portal 3 sendi dan dinding penahan tanah. Akhirnya 2 jam pun terlewati dan tes teknis tersebut bagaikan tes mengarang bagi saya, bagamana tidak? Saya memperdalam ilmu sipil dalam hal manajemen, dan soal yang saya kerjakan di luar itu. Apa yang saya ingat? Ya saya ingat kalau saya lupa semuanya. Setelah selesai 2 jam, tes pun dibubarkan. Sembari menunggu jemputan untuk pulang ke kos, saya menyempatkan salat ashar bersama anak sipil lainnya yang mengikuti tes itu.

Sesampai di kosan, saya mberikan snack yang saya bawa ke teman-teman kos, dan menunggu waktunya berbuka puasa karena sesampai di kos itu sekitar pukul 5 sore. Tes yang sangat melelahkan dimana pada waktu itu juga puasa. Sebelumnya tim tes psikotes menyampaikan bahwa malamnya kan dikirimkan kuesioner yaitu star kuesioner yang harus kita isi dan pada hari Jumat paling lambat mengumpulkan. Sebelum mengisi, saya meminta bantuan pendapat menurut kakak perempuan saya dalam mengisi. Setelah memperoleh gpencerahan darinya akhirnya saya mengisi dan segera mengirimkan jawaban kuesioner saya.

10 Hari kemudian ternyata pengumuman, dan pengumuman tersebut dikirim melalui sms. Sayang sekali saya tidak memperoleh sms tersebut. Kecewa sih, tapi apa boleh buat. Mau bagaimana lagi, itu kan keputusan mereka. Anggap saja saya kurang beruntung :)

Agak sedikit tersisa rasa kecewa sih sampai sekarang saya menulis cerita ini, walaupun belum waktunya happy ending mungkin suatu saat saya dapat menceritakan lagi dengan ending yang lebih bahagia. Di saat salah satu pintu kesempatan tertutup, maka terbukalah kesempatan pintu yang lain. Janganlah putus semangat sampai di sini, karena perjalanan masi panjang dan masih banyak yang akan dihadapi. Sekian cerita ini, semoga dapat berbagi :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar