Selasa, 03 Juli 2012

Ketakutan Itu Muncul Kembali

Judulnya aja sudah ngeri, apalagi isinya? Ketakutan setiap orang itu berbeda-beda. Langsung saja bahwa aku ini takut sama coklat. Kenapa? Padahal semua orang suka akan coklat. Cewek mana yang tidak suka coklat? Cewek yang paling beruntung pasti adalah cewekku nanti, karena dia bakal mendapat porsi coklat yang lebih dibanding jika dia dengan cowok yang lain. hehehe. Maka dari itu, kurang apa aku ini buat kalian wahai cewek-cewek di bumi ini. Ups, malah out of topic. Sebab aku tak suka coklat karena setiap aku makan itu coklat pasti ujung-ujungnya kena migrain. Migrain adalah sakit kepala sebelah. Aku kasih tahu waktu kena migrain, pertama gejala yang aku alami adalah pandangan salah satu mataku kabur, sehingga aku terganggu dalam penglihatan. Setelah beberapa menit kabur itu hilang dan mata jelas kembali, tapi kepala menjadi pusing sebelah saja. Hal inilah yang aku rasakan paling sakit. Beberapa menit kemudian aku harus memuntahkan isi dalam perut supaya keadaanku menjadi lebih baik. Hal ini aku lakukan antara 2-3 kali muntah untuk dapat memberikan rasa lebih enakan. Setelah itu baru aku bisa tidur untuk menghilangkan sisa-sisa saki kepala sebelah ini. Aku tak tahu apakah ini juga terjadi pada orang lain atau cuma aku. Kalau ini penyakit yang lama-lama akan menjadi bahaya mungkin tulisan ini dapat menjadikan kenang-kenangan saat aku teringat lagi sehat untuk menceritakan semua ini. 

Oke kita lupakan coklat dan migrain di atas. Dalam masalah ini ketakutanku adalah kemalasanku yang akan berakibat dari mundurnya dunia perkuliahanku lagi. Entah kenapa rasanya malas sekali untuk aku memulainya lagi yang namanya skripsi. Dilema ini terlalu panjang yang belum menemukan ujungnya. Aku berharap bulan ini adalah ujungnya. Aku sudah terlalu banyak menebar janji pada mereka yang telah mensupport aku, dan aku telah mengingkari janjiku tersebut. Sedih rasanya kalau teringat kata-kataku sendiri yang dapat meyakinkan mereka dan aku sendiri malah melakukan hal sebaliknya. Oh Tuhan, mungkin tulisan ini aku ingin Kau yang pertama membacanya. Maaf saya nglantur

Semua itu tergantung dari individu masing-masing. Sekarang ini aku juga sadar kalau aku tidak dapat diharapkan. Aku kasihan pada mereka yang berharap padaku. Aku ingin berubah secepatnya. Tapi kata cepat itu tidak ada dalam hidupku. Seperti aku membutuhkan huruf C dalam namaku, padahal di namaku tidak ada huruf C. Begitulah istilahnya. Aku harap waktu bisa menyadarkanku. Sebenarnya aku sendiri juga sadar tapi semua itu cuma sebentar.

Hemm, aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.... (to be continue)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar