Tampilkan postingan dengan label mountaineering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mountaineering. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 November 2014

Gunung Merapi 25-26 Oktober 2014

Tanggal 2 Suro atau lebih tepatnya 25 Oktober 2014, gue bersama teman gue si Wedha dan Ofi nanjak ke gunung Merapi. Ini ketiga kalinya gue dan Wedha ke Merapi, sedangkan Ofi yang kedua kalinya. Cuaca hari itu cerah sehingga perjalanan naik dan turunnya pun jadi lancar tanpa hambatan apa pun.


 
Jalan naik sebelum sampai puncak

 berlevitasi sehabis dari puncak

 anak kekinian jangan lupa buat groufie

 negri di atas awan

ninja ganteng yang disangka cewek sewaktu perjalanan -_-'

Mau cerita lengkapnya? Datang aja langsung sini gue ceritain :p

Kamis, 28 Agustus 2014

Agustus


Serbgai anak masa kekinian pada bulan Agustus ini gue ngelakuin hal yang beda dari tahun-tahun sebelumnya. Sudah lama banget gue ngga ngelakuin upacara bendera. Tahu kan kalo Agustus ini negara kita ini ulang tahun yang ke-69. Setelah terakhir kalinya gue upacara 7 tahun yang lalu saat penerimaan siswa baru di kampus tercinta, sekarang gue bakal ngelakuinnya di ketinggian yang berbeda. Yak kali ini gue bareng temen-temen gue bakal ikut upacara 17 Agustus di gunung Merbabu.

Berangkat dari Solo dan Magelang, kita berempat ketemu di basecamp Merbabu via Selo. Siapa kita? Cek foto di bawah ini men.

Kita bertiga mempunyai kesamaan, mempunyai darah Magelang dan fans United bukan abal-abal.

 Ketambahan satu orang lagi yang sepertinya ngga ada kesamaannya. Hehehe



Gue ngga banyak cerita di sini, karena biarlah memori di otak ini yang akan menyimpan banyak kejadian waktu itu. Kalian bakal merasakannya kalo sudah nyoba sendiri. Lakukan hal yang berbeda yang belum pernah kalian lakukan, maka kalian bakal mengingatnya.

Dirgahayu Republik Indonesia!

Minggu, 01 Desember 2013

Catatan Perjalanan: Pendakian Gunung Merbabu Jalur Selo


Ketika kaki menapakkan di pos Sabana I, gue dan teman-teman sependakian mendirikan tenda untuk istirahat. Waktu menunjukkan pukul 11 malam. Setelah itu acara masak air dan masak mie instan pun terjadi.

Skip...

Ketika bangun pagi, pemandangan sun rise dari Pos Sabana I seperti gambar di atas. Gambar diambil secara panorama dengan kamera digital Sony.

Kembali ke awal cerita..

Jalur Selo merupakan salah satu pilihan untuk menuju puncak Merbabu. Masih ada jalur Cunthel, Tekhelan, dan Wekas yang bisa dilewati dari Kopeng.
Kali ini gue lewat jalur Selo karena sebelumnya gue pernah lewat kopeng dan sekaligus dua jalur alias beda jalur waktu naik dan turunnya.

Jalur selo terbagi menjadi beberapa pos, yakni Pos 1, Pos bayangan 2, Pos 2, Pos 3 aka Batu Tulis, Sabana I, Sabana II, dan selanjutnya puncak Triangulasi. Beberapa meter dari situ puncak Kentheng Songo.
23 November gue bersama teman-teman (Hasan, Satimo, Tutut, dan Weda) berangkat dari Solo menuju Selo. Asal kalian tahu, ketika sampai Selo untuk menuju base camp tidak ada penunjuk arah di pinggir jalan, dan tidak semua orang sekitar tahu keberadaan base camp yang terdapat di kaki Gunung Merbabu.
Salah satu teman gue, Tutut, orang yang menjadi penunjuk arah aja lupa-lupa ingat. Untungnya kita sampai base camp walaupun sempat nyasar.

Sesampai di base camp kita siap-siap, makan-makan dulu kecuali Tutut ngga makan takut ganjel di perut katanya. Ibadah-ibadah dulu juga. 
Pukul 17.30 kita mulai daki Gunung Merbabu. Pos demi pos terlewati. 
Sampailah di Sabana I, kita mulai capek, dan akhirnya kita beristirahat bangun tenda di sini.

Sun rise di deket tenda

Karena kecapekan maka sun rise gagal di puncak, alhasil sun rise di Sabana I. Walaupun belum sampai puncak tapi pemandangan di sini ngga kalah bagus lho.

Siluet -_-


 Latar belakang Gunung Merapi :D


 Teman yang berjuang.


Puncak masih di belakang bukit itu.


 
 Puncak Kentheng Songo


Oleh-oleh untuk seseorang :)


Perjalanan turun lebih cepat daripada perjalanan waktu naik (mendaki). Turun Gunung Merbabu dengan lari kurang lebih 2 jam cukup.

Lain waktu gue pengen daki Merbabu lagi dan menikmati suasana sun rise di puncak :')
Setiap perjalanan pasti ada hikmahnya. Kali ini gue bersyukur banget selain bisa selamat sampai tujuan dan pulang dengan kaki cenat cenut, gue daki Merbabu dengan beban tas yang paling ringan. Ini pasti balasan dari kemarin-kemarin yang tiap gue daki mesti bawa bawaan berat. Jadi tahu rasanya bawa beban ringan dari naik sampai turun lagi, hehehe.

Akhir cerita, salam lestari~

Minggu, 17 November 2013

Gunung Lawu (3265 mdpl) #2

Alhamdulillah gue ucapin sebelum memulai menulis kata-kata yang akan membentuk kalimat dan menjadi sebuah oleh-oleh cerita dari Gunung Lawu.
Ini perjalanan hati yang kedua kalinya di Gunung Lawu. Belum kelar menulis catatan perjalanan menuju puncak Lawu yang pertama, eh sudah naik aja untuk kedua kalinya.

Yang kedua kali ini gue naik karena ajakan temen kos, total ada 6 anak. Enam anak itu adalah, gue sendiri, Weda (temen kos), Ofi (temen se-Magelang), Irwan, Yudha, Yudhi, dan Iwak bukan iwak peyek (Mereka adalah temennya Ofi). Menurut gue ini dadakan banget, karena tanpa koordinasi. Alhasil kita naik dengan adanya apa.


Langsung aja gue mau share FR mendaki kemarin 9-10 November 2013.

Sunrise di sekitar Pos 4






Setelah itu lanjut menuju puncak.


Dari perjalanan hati ini banyak sekali yang gue dapat dalam hal jasmani maupun rohani. Untuk sampai ke tujuan yang kita inginkan butuh banyak usaha dan pengorbanan. Ketika sampai tujuan barulah kita akan mengerti betapa banyak usaha dan pengorbanan yang kita lakukan, dan kita pun akan merasa lebih bersyukur atas nikmat yang telah kita rasa.

Sekian catatan perjalanan singkat berbonus FR dan sedikit siraman rohani.

Gue ganteng, dan terima kasih :D

Jumat, 25 Januari 2013

Catper 2, Kesasar

1 Januari 2013

Tahun pun telah berganti, gue ikut merayakan dengan sedikit teringat masa lalu mengenang tahun sebelumnya, banyak kenangan senang dan pedih. Tetapi gue tetap melihat ke depan, tepatnya ke atas. Karena di atas bakal ada banyak kembang api di awal tahun baru ini. Yak, tepat pukul 00.00 perayaan tahun baru di Kota Solo ini.

Kembang api tak seperti yang diharapkan, karena masih ramean kembang api yang tahun kemarin. Sedikit ada rasa kecewe karena bermacet-macetan dan sedikit hujan untuk melihat kembang api ini. Di samping itu juga agak miris dimana banyak pasangan di jalan, sedangkan gue juga berpasangan tapi sama cowok. Ya sama cowok, beda banget dengan tahun kemarin. Sudah lupakan masa itu, mari kita sambut 2013 ini dengan pengalaman yang lebih menantang.

Waktu itu gue liat kembang api bersama Weda. Dia adalah anak kosan Wisma Gemilang angkatan 2008, dengan bentuk tubuh yang tidak sesuai makhluk normal biasanya, mungkin berat badannya antara 80an kilogram, dan banyak bulu menempel di seluruh permukaan tubuhnya. Ingat jangan bayangin kalau itu king kong seperti di film-film.
Sepulang nonton kembang api pun, kita lanjut buat pulang ke kosan. Di pertengahan jalan teman kita, Bima, menelepon karena dia bersama ceweknya kehabisan bahan bakar (bensin) di daerah Musro. Kita pun segera menyusul ke sana, tetapi sebelum samapai sana sudah dikabari kalau motornya sudah bisa jalan lagi.
Putar stang motor deh kita buat balik kosan dan istirahat.

Paginya teringat masih ada barang buat daki gunung yang masih kurang, gue pun bersiap untuk lanjut berburu barang lagi. Kali ini yang kurang adalah bag cover. Fungsinya sebagai pelindung tas dari air, seperti air hujan tapi dengan batas intensitas yang ngga begitu besar. Sebelumnya sih gue dah nyoba buat nyari tapi belum dapat yang cocok, cocok ukurannya dan cocok harganya, ha ha ha, yang terakhir ini yang susah.

Tujuan pertama gue menuju ke eiger deket BI Solo. Ternyata di sini lagi ada diskon, tapi berhubung yang gue cari cuma bag cover jadi ngga begitu laper mata. Bag cover tinggal merk eiger dan itu harganya 100 ribu. Harga segitu ngga jodoh sama dompet gue, langsung deh gue keluar dari eiger store, karena cuma sebentar gue males buat bayar parkir, langsung aja cabut tanpa ngasih uang parkir. Parkir di Solo mahal tauk, he he he.

Selanjutnya gue nyari di daerah Makro. Dengan dasar perasaan dan insting, gue ngga nemuin toko peralatan outdoor. Ok deh, gue lanjut nyari di daerah UMS aja seperti tujuan pertama sebenarnya. Gue nyoba buat lewat jalan yang ngga biasanya. Di tengah perjalanan, ada rambu jalan kalau ada jalan yang lagi diperbaiki. Cuma orang yang rumahnya daerah situ boleh masuk. Pikir gue sih itu jalan tetep bisa dilaluilah, apalagi gue cuma naik motor, nanti bisa muter gitu. Gue ikutin itu jalan, belok sana belok sini, mulai lewat jalan yang belum pernah gue lewatin. Gue pikir seharusnya gue dah sampai, ga bakal selama dan senyasar ini. Mana dah jalan jauh ngga ada rambu jalan sudah sampai mana.

Tak lama kemudian gue ketemu rambu jalan, lurus ke Jogja dan Kartasura. Nah, ini nih gue dah kejauhan jalannya, gue balik arah tuh, kalau main PS pasti jadi ada tulisannya wrong way.
Gue ketemu rambu jalan tulisan Boyolali, Kartasura. Gue ikutin tuh, lama kemudian baru deh sampai tembus di pasar Kartasura. Ini mah bener-bener nyasar kejauhan dari UMS. Emang sih gue lama di Solo, 5 tahunan lebih. Iya lama di Solo, bukan Kartasura, gue ga ingat kalau ini sudah beda suku dan bahasa.

Setelah sampai UMS, gue langsung nyari barang yang gue cari. Di sinilah jodoh dompet gue bertemu. Dengan uang 50 ribu gue dah dapetin itu bag cove merk Claw. Ternyata eh ternyata ini toko punya cabang yang di Palur kemarin gue sambangin bareng teman-teman. Mana di sini gue ketemu lagi sama penjual yang kemarin ada di Palur, sayang sekali dia cowok. Kalau cewek pasti gue dah bilang ke dia kalu kita ini jodoh, jodoh jual beli maksud gue, ha ha ha. Mission Complete, dalam hati gue berbisik. Kosan, tunggu gue datang, dan tas gunung, ini gue bawain oleh-oleh.

Dari perjalanan seharian tadi, gue sadar lain kali gue bakal lebih matuhin rambu dan ga lagi buat sok tahu. Karena rambu lebih tahu darai pada gue. Di setiap perjalan pasti ada pelajaran, dan itu merupakan ilmu dari luar pendidikan yang formal. Jadi ga sabar buat perjalanan besok 2 Januari.

Jumat, 11 Januari 2013

Catper 1, Persiapan

Terpikir di kepala untuk menulis sesuatu di akhir tahun ini. Setidaknya biar bisa diingat suatu saat apa yang pernah gue lakukan di penghujung tahun waktu umur 23. Ini sih tadi kepikiran pas habis makan sahur di luar, tapi bingung juga apa yang mau gue tulisin. Ide belum ada yang fresh, jadi terpaksa gue critain kejadian kemarin sore aja.

30 Desember 2012
Jadi gini ceritanya, selam lima tahun ini gue kos di wisma gemilang. Tapi zaman dulu dari penghuni pertama termasuk gue, nyebut kosan ini adalah fatcamp. Dimana fatcamp ini terdiri dari bocah-bocah yang terkumpul jadi satu dari berbagai macam daerah, dan kebanyakan mereka mempunyai kelebihan yang sama. Apakah itu kelebian mereka? yak! Berat badanlah kelebihan mereka, hahaha. Gue sih ngga termasuk, secara gue sixpack balok 6 di perut, itu sih pas gue mimpi dan samapai sekarang belum sadar. Kali ini gue kedatangan salah satu anggota fatcamp yang baru pulang kampung ke Boyolali. Dia adalah Agung Nur Fatoni, dengan kelebihan yang sama yaitu berat badan, selain itu dia juga masih punya kelebihan yang lain, yaitu ngga bisa makan nasi. Gue sampai bingung ini tuh termasuk kelebihan atau kekurangan sih. Mungkin banyak yang berpikir kalau ini kekurangan, itu karena kita berpikir kalau makanan pokok kita adalah nasi. Tapi coba kita lihat dari sisi lain, dimana dia ngga doyan nasi brati dalam artian dia membantu negara ini untuk menghemat beras, jadi bisa untuk orang yang lebih membutuhkan. hahaha ngaco dah. Jadi selama dia hidup itu makanan pokoknya adalah mie. Suatu saat mungkin bisa jadi brand ambassador mie tuh orang.

Sore kemarin dia datang ke kosan waktu masih hujan. Dia hujan-hujanan sambil pakai mantel batman. Tak tau dia darimana sebenarnya, mana pakai helm dua brati kan tadinya sama orang juga. Pasti lagi usaha buat nyari pasangannya yang di solo. hehehe.
Habis itu kita bercrita-crita, ngobrol tentang rencana kita mau daki gunung tanggal 2 Januari besok. Singkat cerita setelah lama ngobrol dan anak-anak kosan mulai pada balik kosan maka berkumpulah semua di ruang tamu. Dan teringat untuk mengajak anggota fat camp yang berdomisili di Klaten untuk diajak untuk daki gunung besok. Dia adalah Reno Humantoro, lulusan D3 Bisnis International di UNS dan sekarang lanjut sekolah di Sekolah Tinggi Teknik di Jogja. Mase aka Master aka Toni pun menelepon dia, dan dengan basa-basi ngalor ngidul akhirnya mau ikutan juga. Semoga acara besok itu bakal jadi acara yang menarik dan tak terlupakan.

Malamnya kita mencari aksesoris untuk daki gunung di Palur. Di sana kita dapat jaket, slayer, kaos kaki, cover bag dan senter. Belanja langsung dadakan yang menghabiskan duit 300 ribu. Habis itu kita makan di burjo belakang kampus, Tiada Tara. Seperti biasa, pasti dia memesan mie, dan mi dog-dog pilihannya. Setelah lama menungu dan makan di sana sambil nonton bola, pulangnya mampir ke Tisanda rental cd dvd game software bajakan. Dalam pikirannya daripada beli 200 ribu di Jakarta, dia pun meminjam game COD di sini. Tapi sesampai di kos, game nya ngga bisa dicopy. Unlucky boy..

Pukul 23.00 Master memutuskan untuk pulang ke rumahnya, Boyolali. Dalam kemacetan perjalan pulang, dia nyempetin buat mampir buat beli batre senter yang akan kita gunakan buat daki gunung. Dia pun nelpon gue buat nanyain mau sekalian nitip atau ngga, dan gue jawab buat nitip sekalian. Dan sekitar setengah satuan dia baru sampai rumah lewat kabar bbm.

Ini adalah persiapan pertama  baginya. Selain dia sudah meminjam barang-barang keperluan mendaki untuk nanti tanggal 2 Januari. Karena untuk sebuah tujuan kita harus mempunyai persiapan yang matang. Akhir dari usaha selain proses itu sendiri juga tergantung dari persiapan awal. Bisa dikata ini adalah niat. Genggam niat itu dan taruh dalam dada kita. Kalau ada saku masukin aja di saku kantong baju, capek genggam terus, ya kan?

Jumat, 28 Desember 2012

Gembira

Lalala~

Entah kenapa hari ini terasa menyenangkan sekali. Hari Kamis, 27 Desember, yak saatnya melakukan puasa Senin-Kamis. Seperti biasa gue tidur di pagi hari setelah melakukan ibadah subuh. Sebelum itu gue sahur, beli di tempat burjo langganan. Gue pesen nasi telor buat dibungkus karena selain ngirit buat beli air minum juga mau makan sambil nonton bola, walaupun itu yang main tim bango dongo fc alias liverpool, yang mana akhirnya kalah juga dari Stoke City 1-3. Kembali ke burjo, Si penjual bilang kalau kuahnya habis, oke deh gue iyain aja. Tapi ternyata sesampai di kosan isi dalam bungkusan nasi itu cuma nasi sama telor dadar. Whatt!!! Gue kira kuah itu kuah sarden, ternyata yang dimaksud sama penjualnya adalah sayuran beserta kawan-kawannya. Tau gitu kan gue bisa beli krupuk sekalian tadi. Sial aja pagi-pagi sebelum subuh gitu dah dapet zonk. Adzan subuh pun berkumandang, menandakan gue harus cepat tidur, hehe, tidur sehabis salat maksud gue. Setelah itu pun gue tertidur ntah jam berapa gue tertidur yang pasti gue tidur ditonton sama tv gue yang setia menemani gue kapan pun, di kosan pun, ntah gue sama cowok atau cewek di kosan dia selalu nemenin gue di kosan tanpa rasa cemburu atau marah-marah jels gak jelas kaya cewek yang lagi PMS aja.

Bangun pertama kali aku lihat ternyata sudah jam 9 pagi, dan kalian tahu kenapa gue bisa bangun? Itu karena suara demit depan kamar kosan gue yang ganggu tidur nyenyak gue. Itu setan main klenik yang dibeli dari kaskus juga lhoh di forum spiritual, ntah lah dasar orang kurang ada rasa percaya sama Tuhan mungkin jadi kaya gitu. Gimana mau bilanginnya, seharusnya sebagai mahasiswa tingkat akhir-seakhirnya kudu nyadarlah mana yang baik dan man yang buruk. Dan aku terbangun karena dia selalu membuka tutup pintu kamarnya dengan cara menbantingnya, yah begitulah alarm dadakan kali ya bagi penghuni kosan. Kita lupakan sejenak tentang "wong edan" tadi itu.
Sebangun dari itu, tetep aja gue nglanjutin tidur, seperti biasa pas gue bangun cuma ngecek yang bbm siapa aja, banyak, dan cukup gue "R" aja, gileee songong banget gue kan, haha. Jelas orang yang bbm isinya ga penting semua ternyata, bisa dikata warna ungu aja pesannya.

dan tertidur lagii ~
*nada Noah band

Siangnya ku bangun cuma buat salat dzuhur aja, sehabis itu datanglah si Budi ngajak makan, dan aku bilang nanti saja ya. Dimana dia ngga tahu kalo gue lagi puasa. Entah habis itu dia makan atau ngga bukan urusan gue, soalnya habis itu gue tertidur lagi sampai sore. Emang dah dasar kebiasaan sih, pas bangun lagi cuma buat salat ashar doank habis itu lanjur tidur sampai jam 5. Pas keluar kamar pas hujan, ternyata gue telah melewatkan matahari pagi selama beberapa hari terakhir ini. Jam 5 pun gue mandi sembari menunggu magrib buat buka puasa. Sudah wangi berasa mau pacaran aja, padahal cuma ngapelin abang Rony penjual nasi kucing angkringan di atas deket kosan. Ya siapa tau nanti di sana ketemu cewek-cewek yang lagi beli makan malam juga. Hehe, ternyata bener kan, di sana gue beli bareng si Bimo temen kosan gue, pas beli di sana ada juga cewek yang makan di situ. Tapi dia sama pacarnya. Sayang sekali kan, iya sayang sekali, coba kalau sendirian, ga bakal juga dia makan sendirian di situ. hahaha. Tapi selain itu juga datang kok cewek yang lain tapi pada dibungkus buat di makan di kosannya. Mereka adalah penghuni Wisma Eka, kosan putri di seberang jalan angkringan. Sudah ngga familiar sih yang suka beli di situ, samapai-sampai cowok-cowok daerah sini dan penjualnya hapal. Yang beli adalah Nabilah dan temennya entah siapa tapi ayu parasnya yang tertutup oleh hijab dan jaket tebal, karena pada waktu itu hujan rintik-rintik. Waktu itu Nabilah masih sakit juga tangannya ga tau kenapa soalnya masih aja digendong tangannya. Ingin rasanya buat bantu dia, kalau perlu biar gue bantu jasmani rohani. Hehehe, ngaco ah. Dan sempat juga dia bilang sama temennya di situ kalau di lagi galau, dan mas Rony pun mengikuti kata-katanya kalau Nabila lagi galau dengan nada yang lucu. Sebentar sih mereka di situ, seperti oase yang tiba-tiba menghilang karena habis diminum onta arab. Gue pun lanjut untuk menghabiskan makanan buka puasa di situ.

Magrib pun berlalu, isya juga berlalu.Skripsi pun belum dikerjain juga, malah disambi online ditambah gue diliatin tv. Tiba-tiba aja ada yang nyapa di chat fb duluan. Ya, dia adalah adek kelasku SMA di Magelang dulu. Dia lanjut di UNS dan baru aja kelar kemarin sebagai Sarjan Teknik. Entah kenapa dia mulai chat duluan, katanya sih ngakunya dia ramah, ramah mau pamerin cowok barunya atau pamerin habis jadi sarjana biar gue termotivasi? hehe tapi tak apalah, gue fine-fine aja. Yang gue bingungin tuh kenapa bahasa beda banget, menurut gue sih. Dan sebenarnya itu gue chat sama siapa aslinya, atau akun dia dipakai orang lain atau cuma buat gue bingung. Sampai sekarangpun gue juga bingung. Gue pancing pakai macam-macam pertanyaan tetep aja gue masih kebingungan. Akhirnya gue tanyain aja tempat gerejanya di Magelang. Dan bener dia tahu. Dan sewaktu gue nulis ini pun gue tersadar kalau si kembarannya (katanya sih ngaku kembarannya) kan pernah juga tinggal di Magelang. Paragraf ini memang membingungkan. Lanjut aja deh selanjutnya daripada bingung.

Dan ketika itu hujan pun masih belum bosan untuk membasahi tanah ini. Ketika hujan lelah, saat itu gue beraksi. Beraksi apaan? Cuma pergi ke gramedia sendirian, iya sendirian. Maklum jomblo bahagia kemana-mana sendiri tanpa beban. hehe. Ya karena temen kosan pada tidur, sedangkan yang melek gue ajak ngga mau. Yaudah pergi sendiri gue. Sesampai di Gramedia ternyata itu bertepatan juga dengan adanya talk show dari penulis buku Ayu Utami. Pas di sebelah eiger talk shownya. Saat itu emang kebetulan sih, padahal sebelumnya sudah gue jadwalin buat ke gramedia pas ada dia tapi apa daya, gue selalu lupa dengan acara yang ingin gue kunjungi kalo ngga gue catet. Dalam talk show intinya adalah Ayu Utami menerangkan 7 langkah untuk menulis. Yang gue inget dan gue denger cuma satu, yaitu yang pertama kalu semua tulisan itu berawal dari ide. Selanjutnya kita tuangkan ide tersebut ke dalam cerita yang mana kita mau tuliskan mau cerita tentang cinta, komedi, action, atau horor. Semua terserah kita untuk mengolah ide tersebut. Selanjutnya gue ngga tahu, karena gue fokus pada benda yang gue cari di eiger adventure store.

Gue beli buff bandana seperti di bawah ini, dengan harga Rp 45000
Penampakan buff bandana Eiger


dan satunya lagi gue beli matras, dengan harga Rp 47500

Penampakan matras Eiger

Akhir-akhir ini memang gue addict banget sama mountaineering. Makanya mau habis duit brapa juga gue bakal usahain toh buat hobi, uang bisa dicari lagi. Mau nyalahin? Salahin aja tuh film 5 cm. hehe.
Itulah benda yang gue dapet dari sana. Besok sih masih mau nyari apa yang masih bisa dibeli lagi. Nyari diskonan ga dapet-dapet sih, mana akhir tahun lho ini. Tak apalah, apalah arti diskon, asal umur gue ngga didiskon aja sebelum menikmati keindahan Indonesia ini. Kakak cowok gue aja sudah pernah ke lawu, masak gue kalah. Sepulang dari belanja otomatislah gue coba sekalian gue pamerin pada temen-temen yang ga ikut ke sana tadi. Habis itu laper deh, efek tadi buka puasa baru makan dikit sih. Langsung menuju ke warung soto langganan brsama si Budi. Tadinya si Budi mau bikin mi, tapi akau larang, alibi buat nemenin gue makan sih. Akhirnya kita berdua makan ke sana. Dalam perjalanan gue lihat masih aja buka warung aksesoris komputer, maka sehabis makan gue sempatkan buat beli kabel vga to vga. Kabel ini buat nyalurin gambar dari laptop ke tv led kesayangan gue.

Penampakan kabel vga to vga


Sesampai di kosan langsung deh gue coba, dan mangstab gan, bisa! Senang banget gue kan, terus temen-temen gue juga ikitan senang gitu? Ya iyalah, orang habis itu nonton film step up revolution rame-rame. Berasa nonton di bioskop mini dengan keadaan kamar dimatiin lampunya. Ada bonusnya juga sih pas nonton, digigitin nyamuk. hahaha. Tapi sepadanlah dengan apa yang kita tonton rame-rame ini. Gue pikir film step up revolution ini ga beda jauh sama film india. Joget terus boooo' -_-.

Pukul 2:36
posting ajalah ini cerita dimana mood gue bagus sekali hari ini. Gue ngrasa hari ini seneng sekali, gembira gagap gempita. Sampai bingung mau aku kasih judul apa ini tulisan, mana ceritanya ngalor-ngidul. Komentarnya ya, nanti biar gue edit judulnya :)

Rabu, 26 Desember 2012

CATALYST


Perlengkapan Pendakian Gunung Pertama yang Gue Beli

24 Desember 2012

Rencana tanggal 2 Januari 2013 kost gue Wisma Gemilang mau ngadain naik gunung Lawu. Walaupun masih lama tapi harus dipersiapkan mulai dari sekarang, layaknya persiapan mau mutusin pacar yang ketahuan selingkuh berkali-kali karena kasihan kalau kita putusin tiba-tiba, makaya kudu dipikirin jauh-jauh untuk mencari alasan yang tepat untuk mutusinnya. Apalagi momennya pas dia melakukan kesalahan, langsung pada saat itulah momen yang tepat untuk mutusin dan saatnya kita tinggal dan mencari pengalaman dengan yang lainnya. Kenapa ini malah jadi true story, hahaha, kembali fokus pada persiapan jauh-jauh hari untuk naik gunung. Karena ini pertama kalinya gue akan naik gunung bareng temen-temen gue, gue kudu ngerubah sikap egois gue yang selama ini gue rasain. Katanya sih kalau sudah di atas sana kan ketahuan semua sifat yang kita miliki, makanya gue kudu lebih baik dari sekarang ini.
Hari ini hari Senin dimana mood gue kurang baik karena semalam United cuma imbang dan cuma pulang membawa 1 poin saja dari kandang Swansea. Selain itu gue bangun kesiangan jadi belum sempet makan sahur semalam. Kudu kuat hari ini, Insya Allah.
Gue lihat bbm juga belum kedip-kedip, menandakan gebetan gue belum bangun, malah mantan gue yang bbm duluan gara-gara liat display picture gue yang ganteng dengan background pantai sundak.
 
Cowok ganteng :3

Seketika langsung ingat tas yang akan gue pakai untuk naik gunung. Tas itu dah lumayan lama ngga dipakai, mana resletingnya juga rusak, pengaitnya juga ada yang patah. Untung bokap gue serba bisa, resleting yang rusak itu langsung beres ketika gue tinggal tidur pagi sambil tinggal bbm an sama gebetan gue. Geleng-geleng kepala gue tau-tau tu tas berasa dapat dipakai seperti baru lagi. Setelah itu gue kudu nyari pengait di toko, sebenarnya sekalian rencana mau ambil e-ktp tapi apa daya ternyata sekarang termasuk cuti bersama juga di Kecamatan. Hujan-hujanan gue beli itu pengait, jadi ngga bisa mampir eiger adventure store deh. Tapi malamnya walaupun hujan menghadang tetap aku sempatkan untuk beli sandal gunung tipe CATALYST.


My Catalyst

Ciri-ciri sandal eiger asli yang gue ambil dari keterangan facebook eiger yaitu:
1. Hangtag
Untuk produk sandal Eiger, ada stiker ukuran tertempel pada hangtag sesuai dengan yang tertera pada barcode. Selain itu, gambar pada hangtag adalah gambar timbul.

2. Barcode
Barcode Eiger yang asli tidak dicetak/print biasa, namun berupa stiker yang tertempel di hangtag. Ukuran yang tertera di barcode sesuai dengan yang tertera di hangtag.

3. Bahan sol
Tepian-tepian sol sandal bersifat halus, tidak kasar, begitu pula sol di bawah sandal.

4. Line marking
Warna line marking pada sol bawah sendal TIDAK DICAT!

5. Endorphin Grip
Ada tulisan “Endorphin Grip” di sol bawah sandal.

6. Hologram
Semua sandal asli Eiger terdapat hologram di bagian belakang label pada webbing sandal.

7. Semua produk asli Eiger hanya dijual di counter/showroom resmi Eiger, juga di agen resmi Eiger (Eiger Authorized Retailer) yang telah mendapat seritifikasi resmi dari PT Eigerindo MPI.

(sumber)

Ada harga ada kualitas, pastikan untuk selalu membeli yang asli, karena ada banyak keuntungan daripada kita membeli yang palsu.